LombokPost - Arus distribusi hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 2026 melalui pintu keluar Pulau Lombok mulai menunjukkan puncaknya.
Hingga Rabu (15/4) malam, Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar mencatat ribuan ekor sapi telah diseberangkan menuju Pulau Jawa.
Ini untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat.
Baca Juga: Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak 2026 Lebih Tertata
Estimasi 12.400 Ekor Telah Melintas
Berdasarkan data operasional PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Pelabuhan Lembar, tercatat sebanyak 496 unit truk telah melintas melalui Terminal Gilimas sejak periode pengiriman pertama dimulai.
Dengan rata-rata muatan 25 ekor sapi per truk tronton, jumlah ternak yang telah dikirim diperkirakan mencapai 12.400 ekor.
Baca Juga: Disnakeswan NTB Bertemu Pelaku Usaha Ternak Jabodetabek, Harga dan Distribusi Sapi Jadi Pembahasan
Meski angka tersebut tergolong besar, secara tren terjadi penurunan volume pengiriman.
Dibandingkan dengan periode yang sama (H+28 sejak kedatangan truk pertama) pada tahun sebelumnya, jumlah truk yang melintas tahun ini terkoreksi turun sekitar 13 persen.
Manajemen Arus: Area Buffer 1,2 Hektare
Baca Juga: Disnakkeswan NTB Menjaga Kelancaran Alur Distribusi Sapi NTB Jelang Iduladha
Guna mengantisipasi antrean panjang yang berisiko mengganggu kesejahteraan hewan, Pelindo Lembar menerapkan sistem transit bertahap.
Kendaraan pengangkut ternak diarahkan ke area buffer seluas ±12.000 m2 sebagai lokasi penempatan awal.
Setelah memiliki tiket, truk baru diperbolehkan masuk ke Ruang Tunggu Kendaraan (RTK) seluas ±8.000 m2 untuk bersiap naik ke kapal.
"Kami berupaya memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari kedatangan kendaraan hingga proses muat ke kapal," ujar Branch Manager Pelindo Lembar, Kunto Wibisono.
Tantangan Kapasitas dan Solusi Eksternal
Kunto mengakui bahwa tantangan utama di Terminal Gilimas adalah keterbatasan kapasitas ruang tunggu, mengingat terminal ini juga harus melayani kendaraan logistik umum dan penumpang reguler.
Sebagai solusi, Pelindo mendorong penguatan koordinasi lintas instansi untuk mengoptimalkan area penyangga di luar pelabuhan.
"Area penyangga di luar pelabuhan sangat penting sebagai lokasi transit sementara. Di sana, para sopir bisa memanfaatkan waktu untuk memberikan pakan dan melakukan pengecekan kesehatan ternak bersama instansi terkait sebelum masuk ke area pelabuhan," tambahnya.
Sinergi Purnajual dan Kesehatan Hewan
Terkait aspek kesehatan dan administrasi, Pelindo terus berkoordinasi erat dengan Dinas Peternakan dan Karantina Hewan. Sementara Pelindo fokus pada kelancaran arus kendaraan (RTK), instansi teknis bertanggung jawab penuh atas standar kelayakan pengiriman dan kesejahteraan hewan selama proses karantina.
Melalui pengaturan jadwal kapal yang berkala dan pembaruan informasi kapasitas terminal kepada para stakeholder, Pelindo Lembar berkomitmen menjaga distribusi ternak asal NTB tetap stabil. Langkah ini diharapkan mampu memastikan pasokan hewan kurban di Pulau Jawa tetap aman menjelang hari raya.
Editor : Redaksi