LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggandeng Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (Kejati NTB) untuk memperkuat pengamanan proyek strategis pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Mataram–Mantang.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan entry meeting dan penandatanganan pakta integritas yang berlangsung di Mataram, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Kepala Kejati NTB Waito Wongateleng, Pelaksana Harian General Manager PLN UIP Nusra yang juga Senior Manager Operasi Konstruksi Eko Sukmawanto, Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi Bruly Victor Tarigan, serta Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis NTB Agung Stiawan.
Entry meeting menjadi tahap awal penting dalam memperkuat sinergi antara PLN dan Kejaksaan, khususnya dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di NTB.
Baca Juga: Pemda KLU Usulkan Pertamina Kelola Tiga SPBU yang Tidak Beroperasi
Wakil Kepala Kejati NTB Waito Wongateleng menegaskan sektor kelistrikan kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus sektor strategis yang membutuhkan pengamanan dalam setiap tahapan pembangunan.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar sekaligus sektor strategis, sehingga memerlukan pendampingan dan pengamanan dalam pelaksanaan proyek strategis nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kejati NTB berkomitmen memberikan dukungan dari aspek pengamanan pembangunan agar proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga: Zulhas Tegaskan Dapur MBG Harus Serap Produk Lokal Desa
Sementara itu, Senior Manager Operasi Konstruksi PLN UIP Nusra, Eko Sukmawanto, menyebut pendampingan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan proyek berjalan lancar dan akuntabel.
“Pengamanan ini dilakukan agar pelaksanaan proyek sesuai ketentuan, sehingga manfaat listrik yang andal dapat segera dirasakan masyarakat,” katanya.
Proyek SUTT 150 kV Mataram–Mantang sendiri merupakan salah satu proyek strategis PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Lombok. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penandatanganan pakta integritas juga menjadi komitmen bersama dalam mencegah praktik korupsi serta memperkuat tata kelola proyek. Komitmen ini melibatkan seluruh pihak, mulai dari satuan kerja, Kejaksaan, kontraktor pelaksana hingga konsultan pengawas.
General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan sinergi dengan Kejaksaan merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan berjalan transparan dan sesuai regulasi.
“Kami berharap sinergi ini mampu memastikan proyek berjalan tepat waktu, transparan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Editor : Marthadi