Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satu JCH Kloter Pertama Asal Lombok Timur Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Satu Lagi Ditunda

Yuyun Kutari • Selasa, 21 April 2026 | 19:09 WIB
PPIH Embarkasi Lombok berjibaku mengaktifkan kartu Nusuk para JCH Kloter 1 asal Lombok Timur, Selasa (21/4). (YUYUN/LOMBOK POST).
PPIH Embarkasi Lombok berjibaku mengaktifkan kartu Nusuk para JCH Kloter 1 asal Lombok Timur, Selasa (21/4). (YUYUN/LOMBOK POST).

LombokPost - Hasil pemeriksaan kesehatan intensif terhadap dua Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 1 asal Lombok Timur telah dirilis.

Sebagai informasi, dua JCH Kloter 1 harus dirujuk ke RSUD NTB karena kondisi kesehatan yang memburuk.

Rinciannya, seorang JCH perempuan berusia 55 tahun mengalami fraktur atau patah tulang pada bagian leher pinggang. Seorangnya lagi, JCH laki-laki berusia 85 tahun, mengalami kondisi anemia sedang.

Baca Juga: 5.798 JCH NTB Siap Diberangkatkan, Layanan Haji di Madinah dan Makkah Siap 100 Persen

Penanggung Jawab Pemeriksaan Kesehatan JCH NTB di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Suparlan menjelaskan, karena kondisi fraktur yang terjadi kurang dari tiga bulan, maka pihaknya merekomendasikan JCH tersebut tidak memenuhi kriterian laik kesehatan atau Istitaah kesehatan.

"Kami merekomendasikan batal berangkat tahun ini, karena kita berpegang pada regulasi tentang prosedur pemeriksaan jamaah haji embarkasi dan debarkasi. Di mana di sana dijelaskan bahwa fraktur yang kurang dari tiga bulan itu tidak termasuk istithaah," tegasnya, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa malam (21/4).

Hal tersebut didukung oleh pemeriksaan tim medis dari RSUP NTB dan dokter spesialis penerbangan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Matraam yang menyatakan kondisi JCH tersebut belum layak terbang.

"Ya parah kondisinya, dia tidak bisa berjalan. karena pinggangnya itu yang terjadi gangguan," ujarnya.

Dengannya, BKK Mataram langsung berkoordinasi pihak keluarga, termasuk suami JCH yang juga terjadwal berangkat haji tahun ini.

Baca Juga: Dua JCH Kloter 1 Lombok Timur Masuk Rumah Sakit Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci

Mereka telah menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Jamaah ini nantinya akan menjadi prioritas keberangkatan pada tahun depan setelah kondisinya pulih sepenuhnya.

"Kami sudah mengomunikasikan kepada pihak keluarga di mana suaminya juga ikut berangkat di tahun ini, dan kami memberikan penjelasan kepada mereka dan bisa menerima keputusan ini," tegas Suparlan.

Selain kasus fraktur, BKK Mataram juga merekomendasikan JCH laki-laki berusia 85 tahun yang mengalami anemia sedang, untuk ditunda keberangkatannya bersama Kloter 1.

Suparlan mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, kadar Hemoglobin (HB) yang bersangkutan saat ini masih berada di angka 5, jauh di bawah batas minimal untuk keamanan penerbangan.

"Untuk bisa diberangkatkan, paling tidak HB-nya harus 8,5. Jadi, keberangkatannya di Kloter 1 ini kami tunda," jelasnya.

Baca Juga: BIZAM Lombok Siap Kawal 15 Kloter Jamaah Haji NTB, Ini Jadwal Lengkapnya!

Mengenai status final keberangkatan para JCH tersebut, BKK Mataram hanya bertugas memberikan rekomendasi medis kepada Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB.

Terpisah, Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj NTB Ali Sahbana menegaskan, pihaknya telah menerima dan langsung menjalankan rekomendasi tersebut.

Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi ketat dari tim medis demi keselamatan JCH. "Memang benar, ada yang gagal berangkat di haji tahun ini dan tunda berangkat yang selanjutnya kita alihkan ke kloter berikutnya," kata dia.

Untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan karena batal berangkat, pihak Kanwil Kemenhaj NTB telah bergerak cepat melakukan prosedur penggantian.

"Sudah ada penggantinya, jamaah di Kloter 9 yang juga dari Lombok Timur untuk mengisi posisi tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Koordinasi Beres, Polisi Siap Amankan Pelaksanaan Haji 2026

Sementara itu, proses pemulihan JCH yang mengalami anemia sedang, terus dipantau secara intensif oleh Dinas Kesehatan dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram. Sehingga diputuskan ditunda keberangkatannya, dan penggantinya juga berasal dari Kloter 9.

"Beliau membutuhkan setidaknya 4 kantong darah, dengan prosedur satu kantong per hari. Jika proses transfusi berjalan lancar sesuai jadwal, diperkirakan pada tanggal 25 April beliau sudah bisa diberangkatkan melalui kloter berikutnya yang tersedia," terang Ali.

Editor : Akbar Sirinawa
#tanah suci #Haji #jamaah calon haji #Kesehatan #Kemenhaj