Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Avtur Naik, Gubernur Iqbal Sebut Dampak ke Wisata NTB Belum Terasa

Yuyun Kutari • Kamis, 23 April 2026 | 12:13 WIB
KEBUTUHAN POKOK: Truk tangki Pertamina yang mengangkut bahan bakar avtur, untuk kebutuhan pengisian pesawat di BIZAM, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST).
KEBUTUHAN POKOK: Truk tangki Pertamina yang mengangkut bahan bakar avtur, untuk kebutuhan pengisian pesawat di BIZAM, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST).

LombokPost - Kenaikan harga tiket pesawat di sejumlah rute domestik yang dipicu lonjakan harga avtur hingga 38 persen, turut menjadi perhatian Pemprov NTB. 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya penurunan berarti pada jumlah kunjungan wisatawan ke NTB. Bahkan, ia menyebut terdapat penambahan frekuensi penerbangan menuju Lombok.

“Belum terlalu berdampak kepada jumlah kunjungan sejauh ini,” jelasnya, Rabu (22/4). 

Baca Juga: Tambahan Biaya Penerbangan Ditanggung APBN, Dampak Kenaikan Harga Avtur dan Selisih Kurs

Bahkan ada penerbangan baru dua kali sehari dari Lombok ke Jakarta, yaitu TransNusa melayani frekuensi 2 kali penerbangan setiap hari, dengan jadwal Jakarta (CGK) — Lombok (LOP) pada pukul 05.00 WIB dan 15.00 WIB, serta Lombok (LOP) — Jakarta (CGK) pada pukul 08.30 WITA dan 18.15 WITA.

Selain itu, terdapat rencana pembukaan sejumlah rute penerbangan langsung baru yang saat ini sudah masuk dalam daftar pengembangan.

“Sejauh ini belum berdampak terhadap angka jumlah penumpang,” tambah Gubernur Iqbal. 

Iqbal juga menilai dari sisi jumlah penerbangan justru terjadi peningkatan, termasuk adanya pengajuan rute baru yang tetap berjalan, baik domestik maupun internasional.  

“Jumlah penerbangan justru meningkat, termasuk yang sudah mengajukan rute baru, bahkan destinasi ke luar negeri tetap on, tidak ada pembatalan pembukaan penerbangan,” ungkapnya.  

Baca Juga: Konektivitas Kian Kuat, TransNusa Buka Akses Baru Lombok-Jakarta

Terkait kekhawatiran dampak kenaikan harga tiket pesawat, terhadap sektor pariwisata yang menjadi salah satu program prioritas Pemprov NTB, Gubernur Iqbal menilai kondisi tersebut merupakan fenomena global yang juga dialami banyak negara akibat kenaikan harga avtur.  

“Kan ini yang merasakan semua negara, kenaikan harga avtur bahkan di negara lain jauh lebih tinggi kenaikan yang dirasakan. Tapi saya kira kalau sampai sekarang kita review dari bulan ke bulan, sejauh ini belum signifikan dampaknya,” jelasnya.  

Ia berharap kenaikan harga tiket tidak menjadi hambatan besar bagi wisatawan untuk berkunjung ke NTB. “Kalau orang mau liburan, ya liburan. Perbedaan Rp 100—200 ribu mudah-mudahan untuk wisatawan tidak terlalu menjadi persoalan,” katanya.  

Sementara itu, terkait potensi dampak jangka panjang, Pemerintah Provinsi NTB disebut telah menyiapkan langkah mitigasi. “Pasti sudah kita hitung-hitung, tetapi kita tidak usah berspekulasi apakah akan panjang atau tidak, tetapi mitigasi risiko sudah kita siapkan insyaallah,” tandas Gubernur. 

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Travel Tak Kehabisan Ide

Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh tegas menyarankan ada biaya-biaya lain juga yang perlu campur tangan pemerintah untuk diturunkan. 

Ia merinci sejumlah komponen biaya tersebut, seperti pajak tiket, biaya garbarata, airport tax, landing fee, parkir, hingga biaya layanan (handling). 

“Bila pemerintah ingin membantu masyarakat, maka komponen biaya yang begitu banyak ini dibantu dikurangi, jika ini dikurangi, maka harga tiket yakin saya akan normal bahkan turun,” katanya. 

Ketika terjadi kenaikan harga avtur yang cukup signifikan, itu menyumbang 40 persen dari total biaya operasional maskapai, tetapi masih terdapat 60 persen komponen biaya lain yang bisa diintervensi oleh pemerintah. 

“Ini kita suarakan sama-sama, ini harus ada campur tangan pemerintah mengurangi beban biaya dari maskapai itu sendiri supaya dampaknya kepada masyarakat,” tegasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Tiket Pesawat #Gubernur NTB #avtur #NTB #Pariwisata