LombokPost-Rombongan Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 3 asal Lombok Barat, tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok pada Kamis (23/4) pukul 14.05 WITA.
Namun, di tengah proses pemeriksaan kesehatan akhir, dilaporkan satu orang jamaah harus dirujuk ke RSUD NTB untuk penanganan medis lebih lanjut.
Ketua Tim Kerja 4 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram dr Ferry Wardhana mengonfirmasi jamaah berinisial AB usia 56 tahun, berjenis kelamin laki-laki, memerlukan observasi mendalam terkait kondisi kesehatannya.
Baca Juga: Pertamina Siapkan 2.795 KL Avtur untuk Haji Lombok 2026, Layani 30 Kloter dan 5 Ribu Jemaah
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di pos kesehatan asrama, ditemukan indikasi masalah pada organ hati yang memerlukan penanganan spesialis.
"Nyeri ulu hati, kemudian dari hasil pemeriksaan ada gangguan liver. Jadi ini mau saya pastikan ulang dan dirujuk ke rumah sakit provinsi untuk cek ulang," jelasnya, saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Kamis (23/4).
Meski kondisi tanda-tanda vital (TTV) pasien dilaporkan dalam batas normal, keputusan rujukan diambil sebagai langkah antisipasi mengingat riwayat kesehatan jamaah yang cukup sering mengeluhkan nyeri serupa.
"Kami mau memastikan saja separah apa gangguan livernya ini. Berdasarkan keterangan keluarga, yang bersangkutan memang sering ke UGD karena nyeri ulu hati," tambahnya.
Baca Juga: Pemerintah Jamin Keselamatan JCH, DPR Apresiasi Sejumlah Inovasi Haji Tahun Ini
Proses observasi di RSUD NTB diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua jam, untuk menentukan apakah JCH tersebut laik terbang atau harus menunda keberangkatannya bersama rombongan kloter 3.
Saat ini, pihak BKK Kelas 1 Mataram terus melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh jamaah guna memastikan kondisi fisik mereka prima sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kedatangan Kloter 3 Lombok Barat ini merupakan bagian dari rangkaian fase pemberangkatan haji asal NTB tahun 2026, di mana pemeriksaan kesehatan menjadi garda terdepan untuk menjamin keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Editor : Akbar Sirinawa