LombokPost-Pemeriksaan kesehatan bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 3 asal Lombok Barat, di Asrama Haji Embarkasi Lombok, kembali membuahkan rekomendasi rujukan medis, pada Kamis (23/4).
Setelah sebelumnya satu orang JCH dilaporkan harus dirujuk ke RSUD NTB, akibat keluhan nyeri ulu hati, kini satu lagi JCH terpaksa dibawa ke RSUD NTB, karena mengalami gangguan pernapasan serius.
Ketua Tim Kerja 4 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram dr Ferry Wardhana mengonfirmasi kondisi jamaah laki-laki berusia 68 tahun tersebut, memerlukan penanganan spesialis di rumah sakit.
"Dia ada gangguan di pernapasan, sesak napas beliau," tegasnya, pada Lombok Post.
Baca Juga: Nyeri Ulu Hati, Satu JCH Kloter 3 Lombok Barat Dirujuk ke RSUD NTB Saat Tiba di Asrama Haji
Petugas kesehatan telah berupaya memberikan penanganan awal menggunakan nebulizer atau alat bantu uap kepada jamaah tersebut, namun kondisinya tidak kunjung membaik, sehingga diputuskan untuk merujuknya ke rumah sakit.
dr Ferry mengungkap kondisi fisik jamaah tersebut terpantau memang sudah menurun sejak tiba di asrama haji. Berdasarkan observasi medis, gejala yang dialami tidak hanya sesak napas, tetapi juga disertai indikasi infeksi ringan pada saluran pernapasan.
"Jadi memang beliau emang sudah kelihatan sesak napas. Sesak napas dan batuk pilek. Jadi kemudian kita coba pakai Nebu dan ternyata enggak membaik. Kita kasih uap terus kemudian kita kasih oksigen dan enggak membaik sesak napasnya, makanya kita rujuk untuk memastikan kondisinya," bebernya.
Mengenai indikasi medis yang diderita, dr Ferry menyebutkan diagnosa awal menunjukkan adanya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Baca Juga: Ratusan Jamaah Calon Haji KLU Berangkat Mei Mendatang
Menurutnya, penyakit paru kronis ini biasanya dipicu oleh faktor gaya hidup di masa lalu, seperti kebiasaan merokok.
Terkait status keberangkatan jamaah tersebut ke Tanah Suci, BKK Kelas 1 Mataram masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari pihak rumah sakit.
Meski hasil pemeriksaan belum bisa dipastikan hingga malam nanti, dr Ferry memberikan gambaran mengenai kemungkinan status jemaah tersebut dalam kloter ini.
"Kalau rasa-rasanya batal berangkat enggak lah. Batal enggak mungkin, tunda iya," pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa