LombokPost - Polda NTB menerima kunjungan kerja tim Australian Federal Police (AFP), Senin (11/5). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama penegakan hukum, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak (PPA) serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho menerima kunjungan kerja tim dari AFP di Mapolda NTB. Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi dan audiensi yang membahas penguatan kerja sama penegakan hukum antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam penanganan perlindungan perempuan dan anak (PPA) serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Polairud dan Direktur PPA/PPO Polda NTB.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi internasional dalam penanganan tindak pidana lintas negara.
Baca Juga: Waspada Penipuan Catut Nama Kapolda NTB Jelang Sertijab, Polda Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya
“Pertemuan ini menjadi bagian dari kerja sama antara Polda NTB dengan aparat penegak hukum Australia dalam upaya pencegahan maupun penindakan terhadap persoalan PPA dan TPPO yang berkaitan dengan negara lain,” ujarnya.
Menurut Kholid, kerja sama lintas negara sangat penting mengingat kasus perdagangan orang serta kejahatan terhadap perempuan dan anak kerap melibatkan jaringan internasional.
Karena itu, melalui audiensi tersebut diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Polda NTB dan AFP, terutama dalam pertukaran informasi, peningkatan kapasitas penanganan perkara, hingga langkah pencegahan di lapangan.
Baca Juga: Yayasan Batu Emas Mulai Operasikan SPPG Banyumulek, Layani 1.438 Penerima Manfaat
“Kami berharap hubungan kerja sama ini dapat terus ditingkatkan demi mendukung penanganan tindak pidana PPA dan TPPO secara lebih efektif,” tambahnya.
Kunjungan AFP ke Polda NTB sekaligus menunjukkan komitmen kepolisian dalam membangun kolaborasi internasional guna memberikan perlindungan hukum yang lebih maksimal kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
Editor : Marthadi