LombokPost – Era baru penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lombok Barat kini jauh lebih transparan dan praktis.
Melalui implementasi aplikasi i-Pubers dari PT Pupuk Indonesia (Persero), para petani kini tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan administrasi yang berbelit-belit saat menebus jatah pupuk mereka.
Cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli, petani yang terdaftar dapat langsung menebus pupuk subsidi di kios resmi.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan 1,75 Ton Pupuk ke Lapas Lobar
Sistem digital ini secara otomatis mencocokkan data nama petani, luas lahan garapan, hingga kuota sisa yang dimiliki.
Sehingga meminimalisir risiko manipulasi data di lapangan.
"Dulu administrasinya banyak berkas, sekarang jauh lebih simpel dan praktis. Petani cukup datang bawa KTP, kami cocokkan datanya di aplikasi, jika terdaftar langsung bisa ditebus," ujar H. Sabri M Amin, pemilik kios UD Arif Tani di Desa Kekeri, Gunungsari, Kamis (14/5).
Baca Juga: Bisa Merembet ke Krisis LPG dan Pupuk, Kebijakan WFH Dinilai Kurang Efektif
Jaminan Stok dan Transparansi Harga
Selain kemudahan akses, sistem i-Pubers juga menjamin ketersediaan stok di tingkat kios.
Setiap kios diwajibkan memiliki stok minimal untuk kebutuhan tujuh hari ke depan guna melayani pola tanam petani yang tidak serempak.
Distribusi dari distributor pun dilaporkan berjalan lancar dengan waktu tunggu pengiriman hanya satu hingga dua hari.
Transparansi juga menjadi keunggulan utama sistem ini. Di masa lalu, sering terjadi kesalahpahaman antara petani dan pemilik kios terkait jumlah jatah pupuk.
Kini, semua data tersimpan di sistem pusat yang terintegrasi dengan pemetaan lahan berbasis poligon.
"Sekarang kami tinggal tunjukkan datanya di aplikasi, semuanya tercatat sehingga lebih transparan. Kios tidak bisa lagi mengubah data penerima," tegas Sabri yang juga merupakan tokoh petani di NTB tersebut.
Dampak Nyata pada Produktivitas
Kemudahan ini disambut positif oleh para petani, salah satunya Edi Suryadi dari Kelompok Tani Kekeri Timur.
Ia mengaku merasa lebih tenang karena stok pupuk selalu tersedia saat dibutuhkan, sehingga tidak ada keterlambatan pemupukan yang dapat mengganggu hasil panen.
"Sistem sekarang sangat mempermudah. Stok pupuk selalu tersedia dan biaya produksi menjadi lebih hemat karena harga di kios tetap mengikuti HET (Harga Eceran Tertinggi) pemerintah," kata Edi.
Dengan alokasi yang terpenuhi secara tepat waktu, para petani di Lombok Barat kini melaporkan adanya peningkatan produktivitas pertanian. Kondisi ini diharapkan terus terjaga demi memperkuat ketahanan pangan daerah tanpa dihantui bayang-bayang kelangkaan pupuk seperti tahun-tahun sebelumnya.
Editor : Redaksi Lombok Post Online