LombokPost – Memperingati World Book Day, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar bedah buku inspiratif .
Buku yang dibedah berjudul "Rumus Anti Nganggur" karya penulis dan life coach ternama, Rene Suhardono.
Acara yang dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, ini mengusung tema global "Connected by Literacy, Building Future Ready Communities" guna membekali generasi muda menghadapi ketidakpastian dunia.
Baca Juga: Kinerja Impresif, Penjualan Emas Bank Syariah Indonesia Tembus 2 Ton pada 2025
Hario K. Pamungkas dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi untuk mencerdaskan bangsa.
"Tema tahun ini fokus pada bagaimana kita menyiapkan generasi masa depan agar tidak mudah kaget dan tertinggal oleh perubahan geopolitik serta perkembangan dunia yang dinamis," ujarnya di hadapan tamu undangan dan anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI).
Sehingga ini akan menjadi salah satu upaya dalam menyongsong Indonesia Emas.
Sembilan Esensi Melawan Pengangguran
Buku "Rumus Anti Nganggur" yang dibedah dalam acara tersebut memuat panduan strategis bagi para profesional. Beberapa poin utama yang disoroti meliputi beberapa hal.
Kenali Aspirasi: Memahami diri dengan menata ego dan distraksi, bukan sekadar berangan-angan.
Penuhi Panggilan: Menjadikan pendapatan (cuan) sebagai konsekuensi, bukan tujuan hidup akhir.
Perbanyak Refleksi: Menyiapkan diri dengan menuntaskan amanah dan menyusun strategi matang.
Networking Bermakna: Membangun relasi agar dikenal atas kapasitas diri, bukan sekadar mengenal orang penting.
Persiapan vs Ambisi: Pesan penting Rene dalam buku bahwa individu harus bersiap diri agar saat kesempatan terbuka, posisi mereka sudah matang.
Komitmen Literasi BI NTB
Selain bedah buku, BI NTB juga meluncurkan rebrandingbperpustakaan kantor perwakilan agar lebih terbuka bagi masyarakat umum dan mahasiswa. Program hibah buku kepada berbagai mitra perpustakaan di NTB juga dilakukan untuk memperluas jangkauan literasi.
"Orang putus asa bukan karena tidak tahu mau ke mana, tapi tidak tahu sekarang ada di mana. Melalui buku ini, kita diajak melihat posisi diri dengan jernih," pungkas Hario sebelum meresmikan acara tersebut.
Editor : Redaksi Lombok Post Online