Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal Potensi Wisata NTB, Pascasarjana IPB Internasional Bali Gandeng Poltekpar Lombok

Siti Aeny Maryam • Jumat, 22 Mei 2026 | 19:02 WIB
Pascasarjana IPB Internasional melakukan menggelar rangkaian studi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Pulau Lombok.
Pascasarjana IPB Internasional melakukan menggelar rangkaian studi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Pulau Lombok.
LombokPost - Sebuah langkah strategis dalam menyinergikan dunia akademik dan industri pariwisata baru saja terukir di Pulau Seribu Masjid. 

Program Pascasarjana Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional Bali sukses menggelar rangkaian studi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Agenda besar ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana S2 & S3 IPB Internasional, Prof. Dr. Made Budiarsa, didampingi Ketua Program Studi S2, Dr. Herny Susanti.

Baca Juga: Satu Dekade Poltekpar Lombok, Dari Bumi Gora untuk Pariwisata Dunia

Rombongan ini memboyong 4 orang dosen pendamping serta 26 mahasiswa gabungan dari Program Magister (S2) Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata dan Program Doktor (S3) Bisnis Terapan Pariwisata.

Bukan sekadar perjalanan akademik biasa, momentum ini menandai babak baru kolaborasi formal melalui penjajakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pascasarjana IPB Internasional Bali dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok.

Sinergi ini juga menggandeng mitra strategis seperti Mandalika International Festival (MIF) dan "Kurnia Indonesia Senyum Indah", sebuah lembaga konsultan, event, dan pelatihan pariwisata.

Baca Juga: AMMAN Buka Beasiswa SMK Unggulan 2026, Gratis Sekolah hingga Sertifikasi Internasional

Melalui kolaborasi ini, kedua perguruan tinggi sepakat untuk memacu pertukaran keahlian, peningkatan mutu kurikulum, serta kolaborasi riset yang adaptif guna menjawab tantangan industri pariwisata masa depan.

Direktur Pascasarjana IPB Internasional, Prof. Dr. Made Budiarsa, menegaskan bahwa riset lapangan sangat krusial untuk menghasilkan inovasi yang applicable (dapat diterapkan langsung) di masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa kemajuan destinasi menuju standar internasional tidak boleh tercerabut dari akar budayanya.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pascasarjana IPB Internasional Bali dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pascasarjana IPB Internasional Bali dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok.

“Tujuan kita di S3 itu mengembangkan doktor-doktor yang mempunyai karakteristik local wisdom, terutama yang berkaitan dengan budaya,” ujar Prof. Budiarsa di sela-sela kunjungannya.

Menurutnya, setiap daerah menghadapi tantangan yang mirip, namun formula penyelesaiannya harus disesuaikan dengan karakter budaya lokal setempat agar menjadi kekuatan penarik wisatawan global.

Sebagai wujud nyata kontribusi keilmuan, rombongan Pascasarjana IPB Internasional membagi fokus kegiatan mereka di wilayah Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, berdasarkan jenjang studi.

Program S2 (Magister Perencanaan & Pengembangan Pariwisata) fokus menerjunkan mahasiswa ke Desa Wisata Sedau untuk melakukan pemetaan potensi serta menyusun strategi perencanaan desa wisata yang berkelanjutan.

Sementara Program S3 (Doktor Bisnis Terapan Pariwisata) fokus mengambil lokasi di Desa Wisata Batu Kumbung dengan fokus riset pada tata kelola bisnis pariwisata terapan demi menggerakkan ekonomi lokal secara mandiri.

Selain melakukan riset di kedua desa tersebut, rombongan juga mendalami manajemen wisata berbasis mega-event olahraga melalui kunjungan khusus ke Mandalika Grand Prix Association (MGPA), serta menyambangi situs cagar budaya ikonik, Taman Narmada.

Kunjungan ke Lombok ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah Manajemen Destinasi dan Pemasaran Pariwisata. Ketua Program S2, Dr. Herny Susanti, menyoroti bahwa meski Desa Sedau memiliki potensi alam yang luar biasa, keterbatasan infrastruktur dasar masih menjadi ganjalan.

"Kami melihat aksesibilitas yang belum diperhatikan serta fasilitas penunjang seperti toilet umum yang masih sangat sedikit. Kami juga belum menemukan fasilitas homestay atau tempat istirahat di sepanjang jalur trekking wisata," ungkap Dr. Herny.

Namun, keterbatasan tersebut justru melahirkan solusi kreatif. Tim IPB Internasional melirik melimpahnya tanaman pegagan di Desa Sedau.

Baca Juga: Periksa Sejumlah Saksi, Polisi Dalami Kasus Beasiswa UNBIM

Melalui program pengabdian masyarakat, mereka berencana menghadirkan pakar untuk melatih warga mengolah pegagan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti minuman herbal, welcome drink, hingga lulur tradisional.

Pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam bedah wisata kali ini. Sirajuddin, Direktur Mandalika International Festival yang juga mahasiswa S3 IPB Internasional, menekankan pentingnya strategi penta-helix yang melibatkan multi-pihak, termasuk masyarakat lokal.

Study akademik ini ditutup dengan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh sivitas akademika Poltekpar Lombok.
Study akademik ini ditutup dengan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh sivitas akademika Poltekpar Lombok.

"Pengembangan destinasi tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak, melainkan harus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat secara berkelanjutan," kata Sirajuddin.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat empat pilar kebutuhan wisatawan di kedua desa tersebut: something to see, something to do, something to buy, dan something to eat.

Senada dengan hal tersebut, Widodo, Mahasiswa S3 sekaligus Ketua Kelas Desa Wisata Sedau, menyatakan komitmennya bersama tim S2 untuk merumuskan rekomendasi matang berbentuk Master Plan.

"Kami ingin agar Quality Tourism bisa benar-benar terwujud di Desa Wisata Sedau. Untuk mendukung hal itu, ke depan perlu juga dijalin program tukar-menukar pelajar antara Poltekpar Lombok dengan IPB Internasional," usul Widodo.

Rangkaian agenda akademik ini ditutup dengan apresiasi yang tinggi terhadap hospitality luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh sivitas akademika Poltekpar Lombok.

Pihak IPB Internasional menaruh harapan besar agar di masa mendatang, jajaran manajemen Poltekpar Lombok dapat melakukan kunjungan balasan ke kampus mereka di Bali.

Pertemuan lanjutan tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan penandatanganan resmi dokumen MoU serta perumusan implementasi program kerja nyata demi kemajuan pariwisata Indonesia yang tangguh dan unggul.

Editor : Siti Aeny Maryam
#ipb #wisata #Poltekpar #International #Lombok