Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berlaku Mulai Hari Ini, BMKG Minta Nelayan dan Pemburu 'Sport Fishing' Hindari 3 Selat Krusial Ini

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi Gelombang Tinggi (Dok. Lombok Post)
Ilustrasi Gelombang Tinggi (Dok. Lombok Post)

 

LombokPost — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat mengeluarkan imbauan cuaca darurat yang berlaku mulai hari ini, Sabtu (30/5/2026) hingga Senin (1/6/2026). Meski cuaca di daratan terpantau kondusif tanpa ancaman hujan ekstrem, sektor perairan selatan NTB justru dinyatakan masuk zona rawan akibat ancaman gelombang tinggi yang mencapai 2 meter atau lebih.

​Spot Mancing Kelas Berat Libur Total

​Berdasarkan data grafis peringatan dini BMKG NTB, para pencinta sport fishing dan nelayan tradisional diminta untuk menahan diri dari aktivitas melaut, khususnya di tiga titik krusial:

​Selat Lombok Bagian Selatan

​Selat Alas Bagian Selatan

​Perairan Selatan Sumbawa hingga Samudra Hindia Selatan NTB

​Kondisi gelombang 2 meter di wilayah tersebut dinilai sangat berisiko memicu kecelakaan laut, terutama bagi perahu jukung nelayan dan kapal sewaan pemancing (fishing boat). Sebagai alternatif, para pemancing disarankan mengalihkan aktivitas ke area pasiran (pinggiran) Pesisir Barat Mataram, seperti Pantai Ampenan dan Loang Baloq, atau wilayah Selat Lombok bagian utara yang relatif lebih tenang.

​Daftar Destinasi Wisata yang Wajib Diwaspadai

​BMKG juga mengimbau operator jasa transportasi laut, nelayan, dan pelaku wisata bahari untuk meningkatkan kewaspadaan penuh. Wisatawan yang merencanakan liburan akhir pekan ke destinasi pantai selatan Lombok wajib mengubah agenda atau dilarang keras berenang.

 

Baca Juga: Kurban PLN NP Sambelia Sasar 500 Penerima

​Zona Rawan Pesisir: Pantai Kuta Mandalika, Tanjung Aan, Selong Belanak, hingga Pantai Mekaki. Karakteristik ombak selatan yang berhadapan langsung dengan samudra lepas berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang secara mendadap.

​Zona Aman Relatif: Kawasan wisata Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) di Lombok Utara serta kawasan Senggigi terpantau masih cukup aman untuk aktivitas bahari terbatas, mengingat lokasinya yang terlindung dari hantaman arus samudra selatan.

​Imbauan Keselamatan BMKG

​Masyarakat yang tetap beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diminta untuk selalu berhati-hati terhadap dampak tidak langsung di lapangan.

​"Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, dan wisata bahari, diharapkan selalu waspada tinggi," tulis BMKG dalam rilis resminya.


​Masyarakat juga diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan situasi di perairan NTB secara real-time. (GMN)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#spot mancing ntb #peringatan dini gelombang tinggi #wisata pantai selatan #Cuaca Buruk