LombokPost – Kehadiran perempuan dalam peta transisi energi di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat tempat terhormat di mata pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, menegaskan bahwa kaum perempuan kini tidak boleh lagi sekadar diposisikan sebagai objek, melainkan harus tampil di garda depan sebagai pelaku usaha dan penggerak perubahan sektor energi.
Apresiasi tinggi tersebut dilontarkan Abul Chair saat menghadiri WONDER Fest 2026 di Taman Budaya Mataram.
Baca Juga: Kawal Transisi Energi Adil, GEDSI JET NTB Gembleng Paralegal Desa untuk Lindungi Kelompok Rentan!
Dirinya terpukau oleh ilustrasi apik yang disajikan oleh LSM Gema Alam mengenai potret nyata keterlibatan para wanita sejak awal proses pergerakan hingga mampu melahirkan dampak perubahan di tingkat akar rumput.
"Siapapun yang melihat suasana tidak ideal, katakanlah ada hal yang melanggar atau tidak bagus, maka kewajibannya adalah mengubahnya," ujar Abul Chair sembari mengutip hadis nabi, 'Man raa minkum munkaran falyughayyir biyadih'.
"Artinya, siapapun itu, termasuk laki-laki dan perempuan, harus mengupayakan perubahan semampu dia. Change with your hand, rubahlah dengan tanganmu," tegasnya penuh semangat.
Apresiasi Karakter Detil Perempuan
Abul Chair menambahkan, komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam membuka ruang bagi perempuan sudah sangat ideal. Struktur kepemimpinan di NTB yang dikomandani oleh Gubernur laki-laki dan Wakil Gubernur perempuan menjadi bukti nyata terbukanya kesempatan seluas-luasnya, baik di level eselon II, III, hingga eselon IV.
Pemprov NTB mengaku terus menggali potensi-potensi terpendam dari para srikandi daerah karena pendekatan mereka dalam membawa perubahan dinilai memiliki karakteristik yang khas.
"Pendekatan perempuan itu berbeda, biasanya jauh lebih detil, lebih teliti, dan cermat. Walau kadang dalam bahasa lain ada yang menyebutnya lebih cerewet, tapi bagi saya itu bukan cerewet. Itu adalah cara mereka agar kesempurnaan sebuah program dapat tercapai," seloroh Sekda yang langsung disambut tawa hangat para peserta festival.
Gedsi JET Jadi Mitra Strategis Pemprov
Kehadiran forum masyarakat sipil seperti Gedsi JET NTB dinilai menjadi angin segar bagi pemerintah. Abul Chair menyatakan bahwa masukan dalam bentuk apa pun, selama tujuannya demi perbaikan dan kebaikan tanah tercinta NTB, akan sangat dihargai oleh jajaran pimpinan daerah.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa peran forum sipil sangat dibutuhkan dan ditunggu untuk terus mengawal isu-isu krusial, terutama dalam memastikan transisi energi di NTB berjalan dengan inklusif dan berkeadilan.
Editor : Redaksi Lombok Post Online