Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri Dorong Delegasi Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026 Jadi Agen Perubahan

Pujo Nugroho • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:22 WIB
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri didampingi jajaran Dikpora NTB bersama delegasi Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026. (DISKOMINFOTIK NTB)
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri didampingi jajaran Dikpora NTB bersama delegasi Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026. (DISKOMINFOTIK NTB)

 

 

LombokPost - Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, menaruh harapan besar pada pundak generasi muda di daerahnya. Ia mendorong para pemuda untuk mengambil peran yang jauh lebih masif dalam menjawab berbagai tantangan pelik di sektor edukasi serta pembangunan SDM lokal melalui ajang bergengsi Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026.

Menurut wagub yang kerap disapa Umi Dinda ini, akselerasi dan kemajuan sektor edukasi tidak boleh hanya dibebankan sebagai tanggung jawab sepihak dari pemerintah daerah. Keterlibatan aktif dari gerakan generasi muda sebagai agen perubahan sejati dinilai sangat krusial guna melakukan intervensi sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat akar rumput.

Pesan bernada optimistis itu disampaikan langsung wagub saat menerima audiensi resmi dari jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Yayasan Pemuda Prestasi bersama Duta Pendidikan Indonesia. Pertemuan strategis terkait persiapan keberangkatan delegasi daerah menuju ajang Pemilihan Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026 ini digelar di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTB pada Rabu (3/6).

Baca Juga: Workshop Perfilman Pemuda NTB di Bima Cetak Ratusan Calon Sutradara Hebat  

Dalam jalannya audiensi tersebut, Umi Dinda tampak didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB Syamsul Hadi. Sementara itu, rombongan pengurus yayasan dipimpin langsung oleh Direktur Putra Putri Pendidikan NTB, Daud Usman, yang memaparkan peta jalan kesiapan para finalis.

Kepada jajaran pemerintah, Daud Usman membeberkan portofolio kegiatan yang telah sukses digulirkan oleh organisasinya. Salah satu program mercusuar mereka adalah gerakan "Jelajah Pelosok Nusantara", sebuah aksi advokasi yang berfokus pada pemerataan edukasi melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah marginal, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman yang masih didera keterbatasan sarana maupun prasarana fisik.

”Melalui aksi turun ke lapangan, kami mendapati masih banyak ruang kelas yang membutuhkan atensi bersama. Temuan-temuan riil di lapangan inilah yang menjadi bahan bakar bagi generasi muda NTB untuk terus menyuarakan urgensi peningkatan kualitas pendidikan NTB sekaligus merajut kolaborasi taktis dengan para pemangku kebijakan,” tutur Daud.

Baca Juga: Gandeng Markoding, IBM, dan Yayasan Dian Sastro, Dikpora NTB Geber Beasiswa AI 2026 untuk Perempuan

Ia juga menambahkan bahwa NTB siap mengirimkan 14 delegasi terbaik hasil seleksi ketat dari berbagai kabupaten/kota di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ke tingkat nasional.

Mendengar pemaparan komprehensif tersebut, Wagub NTB Umi Dinda memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian tulus para pemuda. Umi Dinda mengaku bangga melihat anak-anak muda berprestasi yang tidak sekadar mengejar gelar juara, melainkan mau mengotori tangan melihat langsung realitas persoalan di lapangan.

Meski demikian, di tengah capaian pembangunan makro daerah, Umi Dinda tidak menampik bahwa sektor peningkatan kualitas pendidikan NTB masih dihantui sederet tantangan sosiologis yang kompleks. Isu-isu sensitif seperti disparitas mutu sekolah, tingginya angka putus sekolah, perlindungan terhadap hak perempuan dan anak, hingga momok kasus pernikahan usia anak NTB yang berkelindan erat dengan lingkaran kemiskinan struktural, masih menjadi pekerjaan rumah yang berat.

”Masalah-masalah sosial seperti pernikahan usia anak NTB ini harus kita perangi bersama. Peningkatan mutu edukasi adalah kunci utama untuk mendongkrak angka IPM. Apa yang dilakukan adik-adik di ajang ini merupakan bentuk pengejawantahan dukungan nyata kepada pemerintah dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing di masa depan,” tegas Umi Dinda.

Lebih lanjut, Umi Dinda mendorong Yayasan Pemuda Prestasi untuk segera membangun kemitraan dan menyelaraskan program kerja mereka dengan kebijakan strategis Pemprov NTB. Keberanian para finalis untuk bersuara dan mengadvokasi isu-isu kemanusiaan dinilai sebagai modal investasi kepemimpinan yang mahal untuk masa depan.

”Mereka yang berkompetisi di ajang Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026 ini adalah embrio atau calon-calon pemimpin masa depan NTB yang sudah mulai memupuk rasa cinta dan kepedulian terhadap daerahnya sejak dini. Mereka tidak boleh berjalan sendiri, seluruh elemen wajib memberikan dukungan moril dan materil agar mereka tumbuh menjadi motor penggerak perubahan positif,” sambung wagub.

Baca Juga: Iprahumas dan Dikpora NTB Siapkan Pemuda NTB Jadi Agen Perubahan

Kepala Dinas Dikpora NTB Syamsul Hadi turut mengamini pandangan positif dari sang wakil gubernur. Menurut Syamsul, kompleksitas problematika di dunia sekolah akan terasa jauh lebih ringan jika seluruh komponen masyarakat, terutama kelompok terdidik dari generasi muda NTB, mau bergerak bersama menawarkan formula solusi alternatif.

Melalui momentum audiensi ini, Pemprov NTB berharap jalinan sinergi ini tidak berhenti pasca-seremonial kompetisi belaka. Gerakan advokasi berkelanjutan dari para Duta Pendidikan diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan baru yang tangguh di tingkat desa dan kecamatan, demi mempercepat terwujudnya target kualitas pendidikan NTB yang berdaya saing global di masa depan.

Editor : Pujo Nugroho
#Dikpora NTB #Putra Putri Pendidikan Indonesia 2026 #Generasi Muda NTB #wagub ntb #Indah Dhamayanti Putri