LombokPost--Dalam rangka memperingati World Preeclampsia Day 2026, Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUP) NTB bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang NTB menggelar talk show kesehatan bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Preeklamsia”.
Acara digelar di Aula Paviliun Avicena RSUP NTB, Sabtu (6/6).
Kegiatan yang diikuti ibu hamil, keluarga pasien, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya preeklamsia yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi di Indonesia.
Acara ini dihadiri langsung Direktur RSUP NTB drg H Asrul Sani, M. Kes.
Menghadirkan juga sejumlah dokter spesialis yaitu dr Ario Danianto Sp.OG SubSp K.Fm dan dr Windiana Rambu Sp.OG yang memberikan edukasi mengenai pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan preeklamsia selama masa kehamilan.
Baca Juga: Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kota Mataram Hanya Rp 200 Juta Setahun
drg Asrul Sani menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, merupakan langkah penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi akibat komplikasi kehamilan.
Menurutnya preeklamsia merupakan kondisi yang harus diwaspadai karena dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin.
"Sebagaimana program pemerintah dalam rangka mencegah dan mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan anak. Dalam hal ini, kita memperingati preeklamsia day di tingkat Provinsi NTB khususnya untuk RSUP NTB. Walaupun hari preeklamsia 22 Mei tetapi inilah rangkaian yang bisa kita laksanakan untuk hari ini," ujarnya.
Asrul Sani menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas, didukung fasilitas, sumber daya manusia, dan sistem layanan yang telah memenuhi standar.
"Secara khusus untuk kesehatan ibu dan anak kita sudah paripurna, jadi dari aspek pelayanan kita sudah sangat baik kemudian dari SDM dan sebagainya kita sudah memenuhi standar dan dalam kondisi siap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," jelas Asrul.
Sementara itu, Ketua POGI NTB dr Agus Rusdhy H. Hamid, Sp.OG., SubSp.K.Fm., MARS, menjelaskan bahwa peringatan World Preeclampsia Day menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya preeklamsia yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu hamil.
Di Indonesia terang Rusdhy, angka kejadian preeklamsia mencapai sekitar 15 persen dari seluruh kehamilan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen berkembang menjadi kasus berat, dan sekitar 1 persen dapat berlanjut hingga terjadi kejang atau eklamsia.
Sebelum mencapai tahap kejang itulah kondisi yang dikenal sebagai preeklamsia, sehingga sangat penting untuk dideteksi dan ditangani sejak dini.
Ia mengatakan, edukasi menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi akibat preeklamsia. Karena itu, kegiatan tahun ini mengusung tema “Check, Know, and Share”.
“Pertama, check atau melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kedua, know, yaitu mengetahui dan memahami hasil pemeriksaan yang dilakukan. Ketiga, share, yakni menyampaikan informasi dan pengetahuan tersebut kepada keluarga maupun lingkungan sekitar agar semakin banyak masyarakat yang memahami bahaya preeklamsia,” ujarnya.
Baca Juga: PT GNE Dingatkan Jangan Coba Lagi Diversifikasi Kegiatan Bisnis
Selain membahas faktor risiko dan gejala preeklamsia, para narasumber juga memberikan edukasi terkait pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil, pola hidup sehat, serta peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan janin.
Menurut Rusdhy, tujuan utama dari rangkaian kegiatan tersebut adalah menekan angka kematian ibu melalui deteksi dini dan penanganan cepat terhadap kasus preeklamsia.
“Dengan deteksi dan penanganan yang lebih cepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan sehingga keselamatan ibu dan bayi dapat lebih terjamin,” terangnya.
Ia berharap para ibu hamil semakin aktif memeriksakan kehamilan secara rutin dan menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada orang-orang di sekitarnya.
Editor : Kimda Farida