Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Bangunan Baru SDN 2 Pohgading yang Tak Biasa, Tahan Gempa, Berbahan Plastik Daur Ulang Ramah Lingkungan

Prihadi Zoldic • Kamis, 11 Juni 2026 | 03:26 WIB
DENGAR PENJELASAN: Konsul Jenderal Konjen Australia di Bali Joe Steven, melihat bangunan ruang kelas baru SDN 2 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur yang tahan gempa, Rabu (10/6). (WAHYU/LOMBOK POST)
DENGAR PENJELASAN: Konsul Jenderal Konjen Australia di Bali Joe Steven, melihat bangunan ruang kelas baru SDN 2 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur yang tahan gempa, Rabu (10/6). (WAHYU/LOMBOK POST)

 

LombokPos - RABU sore (10/6), di SDN 2 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, tiga orang bule tampak memasuki area sekolah. Mereka adalah utusan pemerintah Australia, satu dari kedutaan besar di Jakarta, dua lainnya dari konjen di Bali.

Begitu memasuki area sekolah, ketiganya tampak terkejut dengan deretan bangunan kelas yang tampak rusak di sana-sini. Itu merupakan bangunan semi permenanen yang dibangun pasca gempa Lombok 2018 silam.

Gempa Lombok delapan tahun silam itu merusak empat ruang kelas di SDN 2 Pohgading. Para relawan kala itu dengan cepat membuat ruang kelas darurat untuk para siswa. Bahan dindingnya banyak dari triplek.

Baca Juga: Tegaskan Kedaulatan, Presiden Pezeshkian: Iran Tidak Akan Pernah Tunduk pada Ancaman dan Tekanan

Total ada empat ruang kelas dibangun, karena memang semi permanen dan sudah cukup lama, wajar rasanya bangunan itu kini mulai rusak. Tapi, tak jauh dari deretan kelas itu, tampak bangunan hijau yang cukup mentereng.

Jendelanya bersih, langit-langitnya baru, dengan jendela yang juga tampak sangat rapi pemasangannya. Lantainya sudah menggunakan keramik putih. Di dalam ada meja kursi berwarna biru, lengkap dengan dua kipas angin di setiap ruangan, dan papan tulis di bagian depan.

Itu adalah bangunan empat kelas baru, yang diresmikan bulan lalu, dan kini mulai dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar murid SDN 2 Pohgading. “Kami dapat bantuan dari para donatur,” kata Rusman, kepala sekolah di sana.

Baca Juga: NTB Punya Aplikasi Keren yang Berguna saat Terjadi Bencana, Ada Peran Australia di Sana

Salah satu donatur itu adalah Pemerintah Australia, melalui Direct Aid Program (DAP/bantuan langsung). “Kami senang bisa ikut membantu,” kata Konsul Jenderal yang memimpin Konjen Australia di Bali Jo Stevens, yang merupakan satu dari tiga bule yang datang untuk melihat langsung jalannya program tersebut.

NYAMAN: Area dalam ruang kelas baru SDN 2 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur yang tahan gempa. (WAHYU/LOMBOK POST)
NYAMAN: Area dalam ruang kelas baru SDN 2 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur yang tahan gempa. (WAHYU/LOMBOK POST)

 

Uniknya, total empat ruang kelas yang dibangun, plus empat toilet murid bukanlah kelas dan toilet biasa. Material yang digunakan mirip lego yang disusun satu per satu hingga menjadi sebuah bangunan.

Bahannya dari plastik daur ulang yang tidak berbahaya. Teknologi yang diadopsi dari Finlandia ini, digunaan karena lebih tahan gempa. “Materialnya ringan, tapi kuat, menghadapi angin juga kuat,” jelas Satriawan Amri, relawan yang turun tangan dan ikut bertanggung jawab dalam pembangunan tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Australia Ikut Turun Tangan Bantu Kelompok Disabilitas NTB, Begini Caranya

Melalui program ini, dua masalah teratasi sekaligus. Pertama menciptakan bangunan tahan gempa, kedua mengurangi kerusakan lingkungan karena bahan baku yang digunakan dari plastik daur ulang.

SDN 2 Pohgading sendiri dipilih mendapat bantuan ini setelah berbagai pihak menyingkronkan data. Terutama terkait sekolah dulu terdampak gempa dengan parah, dan kini yang paling membutuhkan bantuan segera.

Kini, para murid bisa mendapat kelas yang sangat layak. Bukan lagi kelas yang rawan hancur saat gempa. Bukan pula kelas sementara yang dibuat alakadarnya.

Baca Juga: Bursa Transfer: Legenda Chelsea Desak Klub Angkut Marcus Rashford dari Man United

Kegembiraan para murid itu terpancar saat mengetahui ada sejumlah tamu datang dari Australia. Mereka dengan cepat saling mengajak temannya untuk datang ke sekolah tanpa dikoordinir. Padahal kedatangan rombongan kala itu di luar jam sekolah, saat sore hari. “Bagus sekolah kami sekarang,” kata salah satu anak, sembari melempar senyum. (*)

Editor : Prihadi Zoldic
#australia #Gempa Lombok #Pohgading