Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pecah Hambatan Komunikasi Just Energy Transition: GEDSI JET NTB Gelar Pelatihan Dasar Bahasa Isyarat, Jembatan Keadilan Energi bagi Teman Tuli!

Nurul Hidayati • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:54 WIB
Pelatihan bahasa isyarat ini dirancang untuk memecah hambatan komunikasi yang bersifat teknis dan kompleks dalam program-program transisi energi. GEDSI JET NTB menggarisbawahi empat hal mendasar mengapa inklusivitas komunikasi ini menjadi jembatan kunci menuju keadilan energi yang sebenarnya.
Pelatihan bahasa isyarat ini dirancang untuk memecah hambatan komunikasi yang bersifat teknis dan kompleks dalam program-program transisi energi. GEDSI JET NTB menggarisbawahi empat hal mendasar mengapa inklusivitas komunikasi ini menjadi jembatan kunci menuju keadilan energi yang sebenarnya.

LombokPost – Komitmen Indonesia dalam mengejar target nol emisi bersih (Net Zero Emission/NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat kini tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknologi ramah lingkungan.

Lebih dari itu, aspek keadilan sosial dan ruang partisipasi yang setara bagi seluruh lapisan Masyarakat termasuk kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan mulai diintegrasikan secara nyata di tingkat daerah.

Sebagai wujud konkret dalam mengimplementasikan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) pada program transisi energi berkeadilan (Just Energy Transition/JET), GEDSI JET NTB menyelenggarakan kegiatan strategis berupa Pelatihan Dasar Bahasa Isyarat.

Baca Juga: Mendorong Transisi Energi Berkeadilan: GEDSI JET NTB Gandeng Bappeda dan BRIDA NTB, Pastikan Kelompok Rentan Terlibat Aktif

Ketua GEDSI JET NTB, Baiq Dewi Anjan, menegaskan bahwa kemampuan memahami bahasa isyarat bukan sekadar keterampilan komunikasi alternatif.

Melainkan sebuah sarana krusial untuk membuka sumbatan partisipasi dan meruntuhkan stigma terhadap komunitas Tuli.

Melalui langkah ini, teman Tuli didorong untuk menjadi mitra setara dalam diskusi, perencanaan, hingga pengambilan keputusan di sektor energi terbarukan.

Baca Juga: Bawa Suara Akar Rumput ke Meja Kebijakan, Forum GEDSI JET NTB Siap Kawal Transisi Energi Adil di Era Kepemimpinan Miq Iqbal

Empat Pilar Utama Keadilan Energi bagi Komunitas Tuli

Pelatihan bahasa isyarat ini dirancang untuk memecah hambatan komunikasi yang bersifat teknis dan kompleks dalam program-program transisi energi. GEDSI JET NTB menggarisbawahi empat hal mendasar mengapa inklusivitas komunikasi ini menjadi jembatan kunci menuju keadilan energi yang sebenarnya.

1. Hak Akses Informasi yang Setara (Energi adalah Hak Semua): Peralihan dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan melibatkan perubahan teknologi masif seperti pemasangan panel surya hingga program subsidi. Akses informasi berbasis bahasa isyarat mutlak diperlukan agar komunitas Tuli tidak tertinggal dan terhindar dari risiko kemiskinan energi akibat minimnya literasi.

Baca Juga: Kawal Transisi Energi Adil, GEDSI JET NTB Gembleng Paralegal Desa untuk Lindungi Kelompok Rentan!

2. Partisipasi Aktif dalam Kebijakan: Menghapus pandangan sebelah mata bahwa penyandang disabilitas tidak mampu berkontribusi dalam ranah teknis. Bahasa isyarat menjadi media utama bagi teman Tuli untuk ikut berdiskusi dalam perencanaan pembangunan energi di wilayah mereka.

3. Peningkatan Keamanan dan Mitigasi Risiko: Kehadiran infrastruktur energi baru membawa konsekuensi penyesuaian prosedur teknis. Penguasaan isyarat yang baik sangat vital guna menjelaskan prosedur keamanan, metode pemasangan alat, hingga tindakan darurat (emergency) agar tidak ada kelompok yang tertinggal dalam aspek keselamatan.

4. Membangun Ekonomi Hijau yang Inklusif: Membuka peluang kerja dan wirausaha yang setara bagi teman Tuli di sektor industri hijau, baik sebagai teknisi, edukator, maupun konsultan energi melalui ekosistem kerja yang kolaboratif dan ramah disabilitas.

Target Target Parameter dan Proses Implementasi

Guna memastikan jalannya pelatihan berjalan profesional dan berdampak nyata, GEDSI JET NTB menerapkan strategi koordinasi intensif dengan menggandeng para fasilitator ahli dari Juru Bahasa Isyarat Indonesia (JBI).

Program pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh aspek keterampilan sekaligus dampak sosial yang luas. Pada tahap awal, tujuan utama yang ingin dicapai adalah mendongkrak kemampuan dan keterampilan dasar bahasa isyarat bagi seluruh peserta pelatihan tanpa terkecuali. Dari sanalah output ekosistem yang lebih besar dibidik, yakni mewujudkan sistem komunikasi yang efektif, inklusif, serta ramah terhadap komunitas disabilitas di berbagai ruang publik. Guna memastikan materi tersampaikan dengan standar terbaik, strategi pelaksanaan program ini mengandalkan koordinasi intensif dan pengajaran langsung secara interaktif oleh fasilitator berpengalaman dari Juru Bahasa Isyarat Indonesia (JBI).

Langkah taktis yang diinisiasi oleh GEDSI JET NTB ini menjadi sinyal kuat bagi publik bahwa transisi energi di sektor domestik tidak boleh mengabaikan hak asasi manusia. Dengan komunikasi yang aksesibel, mimpi mewujudkan Just Energy Transition yang benar-benar "adil untuk semua" optimistis dapat diwujudkan dari bumi Nusa Tenggara Barat.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#GEDSI JET NTB #Pelatihan Bahasa Isyarat NTB #Transisi Energi Berkeadilan #Net Zero Emission 2060 #Inklusivitas Disabilitas Tuli