Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLTU Lombok FTP-2 Makin Dekat Beroperasi, GM PLN UIP Nusra Pastikan Proyek Sesuai Target

Marthadi • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:04 WIB
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung (dua daei kanan) melakukan pengecekan progress di ruang boiler PLTU Lombok FTP-2.
General Manager PLN UIP Nusra RDW. Manurung (dua daei kanan) melakukan pengecekan progress di ruang boiler PLTU Lombok FTP-2.

LombokPost – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) RDW Manurung meninjau progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 berkapasitas 2x50 megawatt (MW) di Sambelia, Lombok Timur, Kamis (11/6).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis ketenagalistrikan yang akan memperkuat pasokan listrik Pulau Lombok itu berjalan sesuai target. Dalam peninjauan tersebut, RDW Manurung didampingi Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian.

Rombongan meninjau sejumlah fasilitas utama proyek, mulai dari Main Power House, Central Control Room (CCR), hingga jetty atau dermaga khusus PLTU Lombok FTP-2.

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda lapangan RDW Manurung setelah resmi menjabat sebagai General Manager PLN UIP Nusra menggantikan Rizki Aftarianto. Selain memastikan progres pembangunan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara.

Baca Juga: Mobil Listrik Berpotensi Makin Diminati, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Dalam pemaparannya, Yogi Yohannes Siburian menyampaikan bahwa saat ini tim proyek fokus menyelesaikan konstruksi dan tahapan commissioning Unit 1 guna mengejar target operasi komersial.

"Saat ini kami fokus pada penyelesaian konstruksi dan tahapan commissioning Unit 1 agar target operasi komersial dapat tercapai sesuai rencana," ujarnya.

Menurut Yogi, Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 baru saja berhasil melaksanakan Safety Valve Test atau Popping Test. Pengujian tersebut merupakan tahapan penting dalam proses commissioning untuk memastikan sistem proteksi tekanan pada boiler bekerja secara otomatis sesuai standar keselamatan dan desain operasi.

Keberhasilan pengujian itu menjadi indikator kesiapan pembangkit memasuki tahap berikutnya menuju sinkronisasi sistem sebelum beroperasi secara komersial.

Baca Juga: Waspada Penipuan, BI NTB Ingatkan Warga dan Produsen Terkait Maraknya Uang Mainan Mirip Rupiah asli

Menanggapi perkembangan tersebut, RDW Manurung menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan penyelesaian proyek. Ia menilai tambahan pasokan listrik dari PLTU Lombok FTP-2 sangat dibutuhkan seiring meningkatnya kebutuhan energi di Pulau Lombok.

"Kondisi sistem kelistrikan Lombok saat ini sangat membutuhkan tambahan pasokan dari PLTU ini. Saya senang mendengar bahwa proyek sudah mendekati tahap sinkronisasi. Kalau seluruh tim tetap solid dan kompak, saya yakin setiap tantangan di lapangan dapat kita selesaikan bersama," katanya.

RDW Manurung juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas fungsi dan pengawasan yang ketat agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal.

"Apa pun kendala yang muncul di lapangan, mari kita cari solusi terbaik bersama. Harapan saya, pelaksanaan proyek ini terus dimonitor secara ketat dan dikoordinasikan dengan baik agar progresnya semakin cepat dan target operasi dapat tercapai," tambahnya.

Baca Juga: Kejar IGA 2026, Sekda NTB Instruksikan Seluruh Kepala OPD Pimpin Langsung Pelaporan Inovasi Daerah

Ia berharap Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 segera menghasilkan daya dan mulai berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Lombok. Setelah tersinkronisasi, pembangkit tersebut diharapkan mampu beroperasi andal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sektor bisnis, hingga industri di NTB.

PLTU Lombok FTP-2 Sambelia dirancang sebagai pembangkit baseload yang akan menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan Lombok. Dengan kapasitas total 100 MW, pembangkit ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga stabilitas sistem, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya, RDW Manurung juga melakukan kunjungan lapangan ke proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Mataram-Mantang usai pelaksanaan serah terima jabatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memastikan proyek-proyek strategis berjalan tepat waktu untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Nusa Tenggara.

Editor : Marthadi
#listrik Lombok #RDW Manurung #PLTU Lombok FTP 2 #proyek strategis PLN #PLN UIP Nusra