LombokPost – Memasuki usia ke-31 tahun, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) terus membuktikan komitmennya untuk hadir melayani sepenuh hati.
Sebagai jembatan digital yang menghubungkan seluruh pelosok negeri, kontribusi nyata Telkomsel dirasakan langsung oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dari pusat kota yang padat hingga ke wilayah kepulauan terluar.
Kehadiran jaringan yang stabil dan inovasi layanan tanpa henti terbukti mampu menopang berbagai lini kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Ibadah Ramadan Makin Tenang Bareng Telkomsel x Muslim Pro, Tak Tertinggal Waktu Ibadah
Di Ibu Kota Provinsi NTB, Telkomsel menjadi urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi digital.
Kehadiran infrastruktur jaringan prima di pusat kota terbukti sukses menopang produktivitas digital masyarakat urban di Kota Mataram, baik untuk sektor bisnis, profesional, hingga pemenuhan gaya hidup modern.
Inovasi paket data yang variatif juga memberikan efisiensi besar bagi para pelaku usaha berbasis online dalam mengelola operasional mereka.
Baca Juga: Lakpesdam NU NTB-Telkomsel Gelar Bakti Stunting di Desa Sigar Penjalin Lombok Utara
"Di momen ulang tahun ke-31 ini, Telkomsel benar-benar hadir melayani sepenuh hati. Bukan cuma soal sinyal kuat di tengah kota, tapi menjadi mitra tangguh bagi perkembangan ekonomi digital kami," kata Bambang (42), Pelaku Usaha di Mataram.
Pemerataan Akses Hingga Pulau Sumbawa
Tidak hanya berpusat di Pulau Lombok, komitmen pemerataan akses digital juga menyasar ke Pulau Sumbawa.
Langkah ini diambil demi menjawab tantangan utama di daerah, yakni akses komunikasi dan keterbatasan informasi yang sering kali menghambat sektor edukasi serta sosial ekonomi.
Berkat perluasan jaringan yang masif hingga ke pelosok daerah, kini proses belajar-mengajar, koordinasi jarak jauh, dan aktivitas ekonomi masyarakat di luar Pulau Lombok dapat berjalan jauh lebih mudah dan lancar.
Kehadiran Telkomsel di wilayah ini sukses mengikis sekat geografis, sehingga masyarakat di daerah merasa tidak ada lagi jarak dengan pusat kemajuan.
"Dedikasi pelayanan sepenuh hati ini sangat terasa nyata bagi kami di daerah. Proses belajar-mengajar dan koordinasi jarak jauh sekarang jadi jauh lebih mudah," kata Yanti (28), Tenaga Pendidik di Sumbawa.
Tiga Dekade Melayani Sepenuh Hati
Konsistensi yang ditunjukkan selama lebih dari tiga dekade ini menegaskan posisi Telkomsel yang tidak sekadar menjadi penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga penggerak ekosistem digital nasional.
Melalui tiga poin utama layanannya di NTB yaitu jaringan prima di pusat kota, pemerataan akses hingga Pulau Sumbawa, serta pelayanan sepenuh hati Telkomsel berkomitmen penuh untuk terus menjaga keutuhan komunikasi bangsa dan mendorong akselerasi transformasi digital yang inklusif di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
Membangun dari Desa: Melalui 'Baktiku Negeriku 2026', Telkomsel Dorong Transformasi Digital Inklusif dan Ekonomi Sirkular
Sebagai langkah nyata dalam mendukung pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan di tingkat akar rumput, Telkomsel kembali mempertegas komitmen berkelanjutannya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan, Baktiku Negeriku 2026. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat pembangunan desa sekaligus mendorong transformasi digital yang inklusif di berbagai wilayah Indonesia.
Selaras dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati”, Telkomsel memposisikan diri sebagai mitra strategis yang mendampingi masyarakat pedesaan untuk menjawab tantangan nyata. Mulai dari keterbatasan akses digital, rendahnya kapasitas pengelolaan usaha, hingga belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal desa.
Secara makro, arah pergerakan Baktiku Negeriku 2026 mengacu pada poin ke-6 Asta Cita pembangunan nasional, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi. Lewat peningkatan kapasitas SDM dan penyediaan teknologi, Telkomsel menargetkan terciptanya ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing.
"Baktiku Negeriku merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif ketika dilakukan secara kolaboratif, termasuk melibatkan karyawan sebagai agen perubahan," ujar Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, dalam pernyataan resminya.
Terobosan Baru: Mentorship Karyawan dan Lahirnya 'Local Champion'
Penyelenggaraan Baktiku Negeriku pada tahun 2026 ini membawa pembaruan strategis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penguatan Employee Volunteering Program (EVP): Karyawan Telkomsel kini tidak hanya bertindak sebagai relawan biasa, melainkan terjun langsung sebagai mentor, fasilitator, dan penghubung akses pengetahuan teknologi untuk mendampingi pelaku UMKM, sektor pertanian, serta pariwisata desa.
Pemberdayaan Local Champion: Program ini secara aktif membina dan melibatkan generasi muda desa sebagai motor penggerak utama. Mereka dipersiapkan untuk memimpin perencanaan hingga pengelolaan program berbasis potensi lokal agar dampak yang dihasilkan relevan dan berjangka panjang.
Empat Pilar Aktivitas Utama Baktiku Negeriku 2026
Guna memastikan dampaknya menyentuh masyarakat secara langsung, program CSR ini bertumpu pada sejumlah agenda sektoral terintegrasi.
Sektor Pertanian:Implementasi Integrated Farming Demonstration Plot untuk meningkatkan produktivitas hasil tani lewat sentuhan teknologi.
Sektor Pariwisata: Pengembangan Creative Tourism berbasis ekonomi sirkular guna mendongkrak pendapatan daerah secara ramah lingkungan.
Infrastruktur Digital: Pembangunan Telkomsel Creative Digital Center yang berfungsi sebagai pusat peningkatan literasi digital warga.
Sektor Edukasi: Rangkaian kegiatan pelatihan berkala yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat desa.
Melalui ekosistem kolaboratif yang solid antara masyarakat, pemerintah desa, dan Telkomsel, keberlanjutan program ini diharapkan mampu menduplikasi sekaligus memperluas dampak positif yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya di bidang ekonomi dan literasi sosial.
Editor : Redaksi Lombok Post Online