Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usaha Peternakan Unggas Banyak Diminati Warga Program Desa Berdaya Tematik

Yuyun Kutari • Senin, 6 Juli 2026 | 14:37 WIB
Seorang peternak unggas di Desa Segala Anyar, Pujut, Lombok Tengah, memanen telur dari kandang sebagai hasil usaha sehari-hari. (DEWI/LOMBOK POST)
Seorang peternak unggas di Desa Segala Anyar, Pujut, Lombok Tengah, memanen telur dari kandang sebagai hasil usaha sehari-hari. (DEWI/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB menyambut positif, tingginya minat kepala desa penerima bantuan stimulan program Desa Berdaya yang mengajukan proposal, pengembangan usaha peternakan.

Kepala Disnakeswan NTB Muhamad Riadi mengatakan, ini menjadi bukti budaya beternak, masih kuat di tengah masyarakat NTB sekaligus memiliki prospek besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa. “Alhamdulillah, ini sangat bagus dong,” ujarnya. 

Baca Juga: Sumbawa Diguyur Proyek Budi Daya Unggas Rp 1,3 Triliun

Menurut Riadi, sejak awal pembahasan Program Desa Berdaya, budidaya ayam petelur banyak dipilih sebagai salah satu usaha paling potensial untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama keluarga miskin ekstrem. 

Usaha tersebut dinilai mampu menghasilkan pemasukan setiap hari melalui produksi telur, sehingga lebih cepat memberikan manfaat ekonomi dibandingkan usaha lainnya.  

Ia menjelaskan, peluang pasar telur juga cukup besar. Selain diproyeksikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), permintaan telur dari masyarakat juga terus tinggi. 

Di sisi lain, telur memiliki kandungan protein yang berperan penting dalam pemenuhan gizi dan upaya pencegahan stunting.

“Saya senang, target produksi kami di Disnakeswan bisa terlampaui, kemudian pendapatan masyarakat miskin juga bisa tercipta,” jelasnya. 

Baca Juga: 5.024 Proposal Desa Berdaya Transformatif NTB Disetujui, Lombok Barat Terbanyak

Dicontohkannya, keluarga miskin ekstrem yang memelihara 20 ekor ayam petelur berpotensi menghasilkan sekitar 18 butir telur per hari.

Dengan harga jual sekitar Rp 2 ribu per butir, setelah dikurangi biaya pakan, keluarga tersebut masih memperoleh tambahan pendapatan tanpa meninggalkan pekerjaan utamanya. 

Program Desa Berdaya dijalankan melalui dua skema, yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif. 

Pada skema tematik, bantuan difokuskan pada pengembangan budidaya ayam petelur dengan target populasi awal sekitar 600 ekor yang diharapkan terus berkembang melalui hasil penjualan telur.  

Sementara di Desa Berdaya Transformatif, terdapat dua model pemberdayaan. Bagi keluarga yang memiliki pekarangan, ayam dipelihara di rumah dengan pendampingan, mulai dari penyediaan pakan, vaksinasi hingga pemasaran hasil. 

Baca Juga: Desa Miskin Ekstrem Dapat Distribusi Hewan Kurban Pemprov NTB

Sedangkan bagi keluarga yang tidak memiliki lahan, ayam dipelihara secara terpusat oleh pengelola sehingga hasil usahanya menjadi tambahan pendapatan bagi setiap keluarga.  

Terkait dana stimulan Desa Berdaya Tematik sebesar Rp 300 juta – Rp 500 juta per desa, Riadi menjelaskan setiap desa wajib menyusun proposal yang memuat kebutuhan kandang, pengadaan ayam, pakan dan obat-obatan. 

Proposal tersebut diverifikasi Disnakeswan sebelum direkomendasikan, sedangkan pemeriksaan lapangan dilakukan setelah program direalisasikan.  

Pemerintah juga menyiapkan pelatihan, bagi pendamping desa agar mampu mendampingi masyarakat dalam pengelolaan budidaya ayam petelur. 

“Pendampingnya yang dilatih dulu karena mereka yang sehari-hari ada di situ, yang melaporkan dan mendampingi,” katanya.

Baca Juga: Daftarkan 650 Warga Miskin JKN-KIS, Kades Senggigi Dipuji BPJS Kesehatan Pusat

Pendamping bisa berkoordinasi dengan petugas puskeswan yang memiliki tenaga medik, paramedik dan sarjana peternakan, sehingga program berjalan optimal sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB.

Editor : Akbar Sirinawa
#telur #desa berdaya #miskin ekstrem #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Peternakan