Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pelaku Industri Pariwisata Soroti Pemkot Mataram Minim Hadirkan Atraksi Wisata Jelang MotoGP Mandalika

Yuyun Kutari • Rabu, 8 Juli 2026 | 20:06 WIB
PENUH SENSASI: Ribuan penonton memadati tribun sirkuit, untuk menyaksikan langsung aksi para pembalap favorit, di ajang MotoGP Mandalika 2025 lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
PENUH SENSASI: Ribuan penonton memadati tribun sirkuit, untuk menyaksikan langsung aksi para pembalap favorit, di ajang MotoGP Mandalika 2025 lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Durasi tinggal (length of stay) penonton MotoGP Mandalika, di Kota Mataram tergolong masih relatif rendah, dengan rata-rata hanya dua hingga tiga malam saja. “Iya, rata-rata memang lama nginapnya ya itu 2-3 malam,” kata Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB Sahlan M. Saleh, Selasa (7/7).

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemkot Mataram, untuk segera menghadirkan variasi atraksi wisata yang mampu menahan wisatawan agar tinggal lebih lama.  

Sahlan melihat, setiap kali ada event sekelas MotoGP Mandalika atau berskala nasional hingga internasional lainnya, Pemkot Mataram belum optimal menangkap peluang dan kesempatan. 

Baca Juga: Gresini Racing Tak Cari Pengganti Fermin Aldeguer di MotoGP Jerman, Alex Marquez Berjuang Sendirian

Ketika hotel-hotel di ibu kota NTB ini dipenuhi penonton, Pemkot Mataram justru absen dalam menyajikan atraksi khusus.

“Misalnya ketika event MotoGP ini, harus kita hadirkan atraksi agar wisatawan bisa lama tinggal di destinasi kita,” jelas dia. 

Ia tidak menampik, adanya keluhan dari pelaku industri pariwisata yang kebingungan saat membawa tamu ke ibu kota. Selama ini, Kota Mataram dinilai hanya menjadi tempat transit untuk menginap. 

Sementara aktivitas pelesiran wisatawan, justru lebih banyak dihabiskan di luar kota. Padahal, Kota Mataram sebenarnya memiliki modal objek wisata yang cukup menjanjikan seperti Teras Udayana, Pantai Ampenan, hingga Loang Baloq. 

Sayangnya, pemanfaatannya dinilai belum menyentuh kebutuhan segmen pasar wisatawan. “Lebih banyak wisatawan itu beraktivitas di luar Kota Mataram. Kota Mataram punya objek atraksi yang cukup bagus sebenarnya tetapi tidak dimaksimalkan,” bebernya. 

Lebih lanjut, Sahlan menyoroti kekeliruan konsep hiburan yang dihadirkan di Kota Mataram. Dari pantauannya, agenda yang ada sejauh ini masih sebatas hiburan rakyat atau keramaian massa belaka, seperti di Jalan Udayana, dan belum menyentuh esensi atraksi wisata yang berkelanjutan (sustain).

“Tidak menghadirkan bagaimana wisatawan itu bisa sustain atraksinya," kritiknya. 

Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Jerman 2026: Sprint Race Sabtu, Balapan Utama Minggu Malam di Sachsenring

Karena itu, ia mendorong Pemkot Mataram, untuk mulai serius membangun sektor pariwisata. Sebab, dampak ekonomi yang besar dari sektor ini sejatinya juga akan mengalir ke masyarakat itu sendiri. 

Mengingat gelaran MotoGP akan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang, Sahlan melihat masih ada waktu bagi jajaran Pemkot Mataram untuk berbenah. 

ASTINDO bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan merumuskan ide-ide atraksi yang tepat.  

“Kami dari industri, dari BPPD siap membantu bagaimana kita ciptakan atraksi agar masyarakat mendapat manfaat ekonomi dan pengusaha hotel terutama bisa tersenyum,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Kota Mataram #Atraksi Wisata #MotoGP Mandalika #industri pariwisata #Pemkot Mataram