LombokPost - Akses listrik rumah tangga yang belum memadai, masih menjadi salah satu faktor yang memperparah kemiskinan ekstrem.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov NTB menyalurkan bantuan subsidi listrik bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Pengecekan pelaksanaan program dilakukan di Desa Pemepek, Lombok Tengah, oleh Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal bersama Kepala Dinas ESDM NTB Syamsuddin, Kamis (9/7).
Baca Juga: PLN NTB Perkuat Jaringan Listrik Sumbawa tanpa Pemadaman, Pasokan Pelanggan Tetap Aman
Keduanya meninjau langsung dua rumah tangga sasaran penerima bantuan, masing-masing berada di Dusun Sedau Barat dan Dusun Gelogor.
“Ada 15 rumah tangga sasaran di desanya menerima bantuan yang tersebar di sejumlah dusun,” kata Kepala Desa Pemepek Marlan.
Menurut Marlan, keterbatasan ekonomi membuat warga selama ini tidak mampu memiliki kwh meter listrik sendiri, sehingga terpaksa menyambung jalur dari kerabat yang secara aturan tidak diperbolehkan.
Dengan kondisi ini, Desa Pemepek dikategorikan sebagai satu dari tujuh desa miskin ekstrem di Lombok Tengah yang mendapat bantuan melalui Program Desa Berdaya.
Marlan mengapresiasi perhatian Pemprov NTB yang turun langsung, memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.
Harapannya, jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah, mengingat pemerintah desa telah mengusulkan 50 RTS yang dinilai memenuhi persyaratan.
“Mudah-mudahan semuanya bisa disetujui, atau setidaknya sebagian besar dari usulan kami dapat direalisasikan,” pungkasnya.
Baca Juga: Pemprov NTB Blak-blakan Soal Proses Sewa Mobil Listrik Tahun 2026
Kepala Dinas ESDM NTB Syamsudin mengatakan bantuan pemasangan listrik gratis, sebagai bagian dari dukungan terhadap program Desa Berdaya.
Penerima manfaat telah diidentifikasi sejak satu tahun sebelumnya. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik secara mandiri.
“Program ini dalam rangka mendukung Desa Berdaya, dimana masyarakat yang menjadi sasaran tidak memiliki listrik secara mandiri,” ujarnya.
Pada tahun 2026, program pemasangan listrik di NTB menyasar sebanyak 93 RTS yang tersebar di Sumbawa, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.
Untuk Paket I, pemasangan listrik dilaksanakan di Sumbawa dengan total 38 RTS. Ada 7 RTS berada di Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, dan 31 RTS lainnya berada di Desa Lape, Kecamatan Lape.
Masing-masing rumah tangga mendapatkan pemasangan listrik dengan daya 900 Volt Ampere (VA), dengan harga satuan sebesar Rp 2.250.000.
Baca Juga: Percepat Desa Berdaya 2026, Gubernur Pastikan Intervensi Tepat Sasaran bagi Miskin Ekstrem
Sementara itu, Paket II berupa pemasangan baru listrik tegangan rendah dengan daya sampai dengan 900 VA menyasar 55 RTS di Lombok Tengah dan Lombok Timur.
Di Lombok Tengah, bantuan diberikan kepada 15 RTS di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata. Sedangkan di Lombok Timur, bantuan menyasar 20 RTS di Desa Jenggik Timur, Kecamatan Montong Gading, serta 20 RTS di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading.
Untuk Paket II, setiap penerima memperoleh pemasangan listrik dengan daya 900 VA dengan harga satuan sebesar Rp 2.150.000.
Melalui program tersebut, setiap penerima memperoleh sambungan listrik pemasangan tiga titik lampu, saklar, stop kontak, serta pulsa listrik perdana senilai Rp 20 ribu.
Tingginya biaya pemasangan listrik, menjadi kendala utama masyarakat miskin ekstrem, untuk memiliki sambungan listrik sendiri.
Biaya pemasangan listrik secara mandiri bahkan bisa melebihi Rp 2 juta. Sehingga masih banyak warga yang terpaksa menyambung listrik dari rumah tetangga atau keluarganya, karena belum memiliki meteran sendiri.
“Itu berbahaya karena penggunaan listrik tidak terukur dan juga menyangkut faktor keselamatan,” kata Syamsudin.
Karena itu, Pemprov NTB hadir membantu masyarakat yang belum mampu, agar memiliki meteran sendiri terlebih dahulu. “Selanjutnya mereka bisa bayar listrik secara mandiri sesuai kebutuhan pemakaiannya,” tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa