LombokPost - Pemprov NTB memperkuat percepatan pembangunan desa melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Mataram (Unram).
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Unram Prof. Sukardi di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7).
Kerja sama tersebut sebagai langkah mengintegrasikan Program Desa Berdaya Pemprov NTB dengan Program Profesor Berdampak Unram.
Baca Juga: BKAD NTB Cairkan Anggaran Desa Berdaya Tematik untuk Lima Desa
Penandatanganan MoU tersebut disaksikan puluhan guru besar dan profesor Unram yang akan terlibat langsung mendampingi masyarakat desa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Melainkan komitmen nyata menghadirkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Dengan ilmu para guru besar dan profesor, kami berharap dapat membantu menyukseskan program-program pembangunan pemerintah, terutama Program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan," ujarnya.
Baca Juga: Usaha Peternakan Unggas Banyak Diminati Warga Program Desa Berdaya Tematik
Menurut Gubernur Miq Iqbal, pengalaman turun langsung ke desa selama beberapa waktu terakhir memberikan pemahaman bahwa kemiskinan tidak cukup diatasi hanya melalui bantuan sosial atau jaring pengaman.
Masyarakat membutuhkan pendampingan, inovasi, dan penguatan kapasitas agar mampu mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki setiap desa.
“Kemiskinan tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas. Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan masyarakat, kita menyadari mereka membutuhkan lebih dari sekadar bantuan untuk bertahan hidup. Mereka membutuhkan inspirasi, pendampingan, dan peluang agar mampu membangun kemandirian ekonomi," ungkapnya.
Baca Juga: Disparekraf NTB Sebut Mayoritas Proposal Desa Berdaya Fokus ke Infrastruktur Wisata
Karena itu, Program Desa Berdaya diarahkan untuk membangun desa-desa mandiri melalui pengembangan potensi unggulan atau desa tematik yang mampu menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB.
Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Selain pendamping Desa Berdaya yang telah direkrut, Pemprov NTB membutuhkan kontribusi nyata dari kalangan akademisi agar hasil riset dan inovasi kampus benar-benar diterapkan di tengah masyarakat.
"Kita membutuhkan inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan ekonomi desa. Kehadiran mereka akan memperkuat pendampingan yang selama ini sudah dilakukan pemerintah sehingga potensi desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unram Prof. Sukardi menyatakan kesiapan penuh civitas akademika Unram untuk mendukung agenda pembangunan Pemprov NTB melalui Program Profesor Berdampak.
Program ini merupakan sebuah inisiatif yang mendorong para profesor agar hasil riset dan keilmuannya tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi memberikan solusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
Unram menugaskan 120 profesor yang akan dibagi dalam 22 kelompok untuk mendampingi pelaksanaan Program Desa Berdaya. Mereka akan memberikan pendampingan berbasis keilmuan sesuai bidang masing-masing guna memperkuat pengembangan ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas kelembagaan desa.
"Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor senior kami. Program ini dirancang berjalan selama tiga tahun dengan target menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa," ujarnya.
Prof. Sukardi menambahkan, kolaborasi tersebut akan terus diperluas. Selain melibatkan profesor, pada tahap berikutnya Unram juga akan mengikutsertakan dosen serta mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar pendampingan kepada masyarakat berlangsung lebih intensif, berkelanjutan, dan memberi manfaat yang semakin luas.
Kolaborasi Pemprov NTB dan Unram ini menjadi model baru sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
Melalui perpaduan kebijakan pemerintah, pendampingan lapangan, serta kekuatan ilmu pengetahuan dan inovasi dari para profesor, Program Desa Berdaya diharapkan mampu melahirkan desa-desa yang mandiri, memperkuat ekonomi lokal, mempercepat pengentasan kemiskinan, dan menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat NTB. (lil/diskominfotikntb)
Editor : Redaksi Lombok Post Online