Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serikat Pekerja Pool Lombok Taksi Angkat Bicara Terkait Insiden di Mandalika Dua Kali Dalam Sepekan, Harap Sinergi dan Keamanan Wisatawan

Nurul Hidayati • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:51 WIB
Ketua Unit Serikat Pekerja Pool Lombok Taksi, Yaumul Bahri. (NURUL/LOMBOK POST)
Ketua Unit Serikat Pekerja Pool Lombok Taksi, Yaumul Bahri. (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost – Ketua Unit Serikat Pekerja Pool Lombok Taksi, Yaumul Bahri, memberikan tanggapan resmi terkait insiden pengeroyokan sopir transportasi di kawasan Mandalika yang terjadi saat event lari nasional.

Penganiayaan ini terjadi dua hari dalam sepekan yaitu 12 Juli dan 15 Juli 2026 Ia menegaskan bahwa operasional taksi mereka di kawasan tersebut memiliki izin resmi yang berlaku di seluruh Pulau Lombok, sehingga kehadiran mereka adalah sah secara hukum.

Apalagi sebagai sebagai sponsor event lari nasional tersebut pada 11-12 Juli 2026, sehingga diberikan ruang untuk antar jemput penumpang. Dampak peristiwa ini terjadi kembali pada 15 Juli 2026.

Baca Juga: Wisatawan Keluhkan Monopoli Transportasi di Mandalika Usai Dugaan Pengeroyokan Sopir

Penjelasan Mengenai Operasional

Yaumul menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Mandalika selama tiga hari adalah bentuk dukungan penuh terhadap event lari nasional untuk melayani kebutuhan transportasi para peserta lari (runners).

"Kami hanya berniat mensupport acara tersebut selama dua hari. Tamu merasa terbantu dengan kehadiran kami. Sangat disayangkan pihak transportasi lokal di sana tidak terbuka menerima kehadiran kami, padahal kami tidak bermaksud mengganggu mereka di wilayah operasionalnya," ungkap Yaumul.

Baca Juga: Diduga Dipicu Konflik Antar-Jemput Tamu: Sopir Taksi Dianiaya Oknum di Kawasan Mandalika Hingga Trauma

Ia menambahkan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah menghalangi transportasi lokal dalam mencari nafkah di luar wilayah Kuta Mandalika.

Menurutnya, seharusnya terdapat ruang untuk saling menghargai agar iklim bisnis transportasi di kawasan wisata tetap kondusif.

Langkah Lanjutan dan Harapan

Baca Juga: Sopir "Taksi Hijau" Pemicu Tabrakan Maut KRL vs Argo Bromo Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian di Perlintasan Bulak Kapal

Serikat Pekerja memastikan akan mengawal kasus dugaan kekerasan ini hingga tuntas agar tercipta iklim kerja yang lebih terbuka di masa depan.

"Langkah selanjutnya, kami akan tetap mengawal kasus ini sampai adanya penyelesaian, agar kedepannya kita bisa bersama-sama melayani tamu di sana," tegasnya.

Terkait penegakan hukum, Yaumul meminta pihak berwenang untuk menangani insiden ini dengan serius. Ia menekankan bahwa hal ini sangat krusial demi menjaga nama baik Lombok di mata wisatawan nasional maupun internasional.

Dikarenakan sebelumnya Serikat Pekerja juga pernah ada laporan beberapa waktu lalu yang hingga kini tidak ada penyelesaian.

"Kami berharap penegak hukum segera menangani kasus ini dengan serius. Demi keamanan dan kenyamanan tamu di Mandalika, serta demi menjaga citra pariwisata Lombok yang kita cintai ini," pungkas Yaumul Bahri.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya tata kelola transportasi yang terintegrasi dan profesional di kawasan destinasi wisata super prioritas seperti Mandalika, agar kenyamanan tamu tetap menjadi prioritas utama.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Tanggapan serikat pekerja Lombok Taksi Insiden transportasi Mandalika Masalah transportasi Kuta Mandalika Keamanan wisatawan di Lombok Sopir Lombok Taksi