LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan kondisi Provinsi NTB di hadapan Komisi V DPR RI yang melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke NTB.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (22/7), Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB menjabarkan kondisi ekonomi, fiskal, insfrastruktur jalan, hingga persoalan kemiskinan.
Menurut Gubernur Miq Iqbal, Provinsi NTB saat ini diwarnai tantangan fiskal yang terbatas dan tata kelola pemerintahan yang mendesak untuk dibenahi.
Baca Juga: KDKMP dan Jalan Baru Ekonomi Desa NTB
“Meskipun ekonomi terus tumbuh sebesar 3,22 persen, NTB saat ini tengah dalam kondisi fiskal yang terbatas, infrastruktur jalan, ekonomi, dan kemiskinan yang mendesak untuk dibenahi,” katanya.
Berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, Gubernur Miq Iqbal telah menginstruksikan agar seluruh jajaran birokrasi Pemprov NTB untuk selalu mengelola anggaran dengan sebaik-baiknya.
Sedangkan untuk infrastruktur jalan, Pemprov NTB juga telah menerjunkan 80 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur. Tim ini bertugas untuk menyisir sekaligus memperbaiki jalan yang rusak.
Baca Juga: NTB Punya Potensi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Besar
Sekitar 20 titik jalan rusak di wilayah Lombok dan Sumbawa dalam proses penanganan dengan menggunakan anggaran darurat. “Dari hasil TRC, kami anggaran Rp 3 miliar untuk pemeliharaan ruas jalan provinsi selama enam bulan ke depan,” ujar Gubernur Miq Iqbal.
Sementara untuk persoalan ekonomi, Provinsi NTB mencatat pertumbuhan yang baik. Peersoalan paling mendasar yang terus dibenahi adalah masalah kemiskinan.
Pemprov NTB memandang pengentasan kemiskinan harus diselesaikan langsung ke akar masalahnya. Yakni dengan menyusun kebijakan berdasarkan kondisi riil di tengah masyarakat.
Baca Juga: Homestay hingga Kuliner Lokal, Desa Wisata NTB Dongkrak Ekonomi
“Masalah kemiskinan ini terkait dengan banyak hal. Karena itu, Pemerintah NTB memandang pengentasan kemiskinan harus diselesaikan ke akarnya,” katanya.
Sementara itu Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, Provinsi NTB memiliki banyak potensi yang jika dikelola dengan baik akan mampu memajukan daerah dan masyarakat.
“Lombok merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata selain daerah Pulau Sumbawa. Lombok Bahkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan ekonomi dan sektor pariwisata tersebut, dibutuhkan dukungan infrastruktur dan transportasi yang andal agar konektivitas antar wilayah semakin lancar.
“Pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Lasarus juga menyinggung kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada NTB sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-22 tahun 2028 bersama Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta.
Kepercayaan ini tentu membawa konsekuensi besar berupa dukungan penyediaan sarana dan prasarana yang representatif serta dukungan infrastruktur dan konektivitas yang memadai.
Dukungan ini akan diupayakan untuk menjamin kelancaran mobilitas Tim PON dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia dan wisatawan olahraga secara luas.
Menurut Lasarus, pihaknya juga sudah meninjau sejumlah sarana penting yang dibutuhkan Provinsi NTB. “Sebelum kita hadir di sini, tim telah melakukan kunjungan kerja ke Gelanggang Olah Raga (GOR) Turida. Tim juga meninjau progres pembangunan Gedung DPRD NTB,” katanya. (lil/diskominfotikntb)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post