LombokPost - Ada potensi pasar wisatawan Arab Saudi yang coba dibidik Pemerintah Provinsi NTB.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia dalam Focus Group Discussion (FGD) Moslem Friendly Tourism di Mataram, Selasa (11/8) di Mataram.
“Saat momen haji, orang Arab libur tiga bulan,” ujarnya.
Baca Juga: Ampenan Tengah Melampaui Target, Intip Keseruan Kick-Off Tracing TBC CKG Pemkot Mataram
Pada saat bersamaan, maskapai Indonesia memberangkatkan begitu banyak jamaah haji.
Pesawat penuh saat berangkat dari Indonesia menuju Arab Saudi.
Namun saat kembali, umumnya pesawat dalam keadaan kosong.
Baca Juga: Bakal Bertahan 4 Bulan! Alat Proyek SPALD-T Ancam Macetkan Simpang Lima Ampenan
Pun demikian saat penjemputan kepulangan jamaah, pesawat kosong saat berangkat.
Baru kemudian terisi ketika kkembali ke tahan air membawa jamaah.
“Mengapa tidak, pulangnya mereka (wisatawan, Red) kita jemput,” ujarnya.
Baca Juga: Cair Sekaligus 30 Kilo! Pemkot Mataram Bawa Berita Segar untuk 44 Ribu Warga
Ide ini sudah mengemuka di level pusat.
Pembahasan lebih dalam pun terus dilakukan.
Jika ide ini terlaksana, dampak positif lainnya bahkan diyakini dapat menekan biaya haji.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, KMP Port Link 2 Turun Tangan Evakuasi Penumpang
Hal itu lantaran maskapai mendapat penumpang tambahan, sehingga secara sederhana biaya operasional berkurang, dan tak penuh ditangguh jamaah haji.
Dalam FGB Moslem Friendly Tourism itu, fokusnya ada pada penguatan strategi, akselerasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Materi yang disampaikan di antaranya; arah kebijakan dalam pengembangan pariwisata ramah muslim oleh Bapppeda NTB.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Bali, KMP Port Link 2 Turun Tangan Evakuasi Penumpang
Ada juga materi soal percepatan penyelenggaraan sertifikasi halal pada usaha pariwisata oleh BPJPH NTB.
Kemudian perang Bank Indonesia mendorong pengembangan ekonomi melalui pariwisata ramah muslim yang disampaikan Kantor Perwakilan BI NTB.
Wahyu Khalik, pemateri dari UIN Mataram menyampaikan tentang Pariwisata Ramah Muslim sebagai Ekosistem Pelayanan: Kesiapan Kolaborasi dan Keberlanjutan Destinasi”.
Baca Juga: AC Milan Siapkan Posisi Kejutan untuk Adrien Rabiot, Jadi Gelandang Serang di Belakang Striker
"Banyak hal sederhana yang harus kita benahi, misalnya soal tempat ibadah, atau soal toilet sekali pun,” ucapnya.
Pahrul Azim, direktur Desa Wisata Hijau Bilebante menyampaikan Implementasi Konsep Desa Wisata Ramah Muslim.
Sumber : Lombok Post