Ketua TP PKK NTB Bunda Sinta Hadiri Lomba Menu MBG

Kimda Farida • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:30 WIB
LOMBA MENU MBG: Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta Agathia saat menghadiri Lomba Menu Kreatif MBG Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (22/8).
LOMBA MENU MBG: Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta Agathia saat menghadiri Lomba Menu Kreatif MBG Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (22/8).

 

LombokPost--Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTB Sinta Agathia meminta seluruh mitra penyedia makanan, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Menu makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga bervariasi, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Bunda Sinta Agathia, saat menghadiri Lomba Menu Kreatif Makan Bergizi Gratis (MBG) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (22/8).

Lomba bertema Menu Bergizi, Wujudkan Generasi Sehat Indonesia tersebut diikuti 25 SPPG se-Pulau Lombok. Para peserta menampilkan beragam kreasi menu dengan tetap memperhatikan standar kandungan gizi, gramasi, dan anggaran yang telah ditetapkan dalam Program MBG.

Bunda Sinta menegaskan, bagi sebagian anak, sepotong ayam mungkin hanya bagian dari menu makan siang. Namun bagi anak-anak yang hidup dalam keterbatasan, makanan bergizi dapat menjadi sesuatu yang begitu berharga, bahkan ingin dibawa pulang untuk dibagi bersama keluarga.

Baca Juga: Gubernur dan Wagub NTB Kunjungi Warga Terdampak Kebakaran di Kawasan Desa Adat Sade

“Saya pernah bertemu seorang anak yang membagi satu potong ayam menjadi dua untuk dibawa dan diberikan kepada ibunya. Kondisi seperti inilah yang menunjukkan bahwa Program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian terhadap menu yang ditampilkan SPPG dalam lomba tersebut, sekitar 95 persen telah memenuhi ketentuan gramasi, kandungan gizi, dan anggaran.

Meski demikian, Bunda Sinta menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus disempurnakan agar kualitas pelayanan semakin optimal.

“Lomba ini bukan semata-mata kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk berbagi inovasi dan praktik baik. Kita berharap berbagai inovasi yang lahir hari ini dapat diterapkan lebih luas untuk meningkatkan kualitas Program MBG di seluruh NTB,” katanya.

Bunda Sinta juga menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang disajikan.

Keterlibatan orang tua dan guru diperlukan untuk membangun kebiasaan makan yang baik serta memastikan makanan yang telah disediakan benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak.

“Lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak. Makanan bergizi yang telah disiapkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi tumbuh kembang mereka,” tutur Bunda Sinta.

Salah satu inovasi dalam lomba tersebut ditampilkan SPPG Batu Emas Banyumulek, Lombok Barat yakni menu Ayam Rarang Kids Friendly.

Hidangan khas Lombok tersebut dimodifikasi menjadi lebih ramah bagi anak-anak tanpa menghilangkan karakter kuliner lokal dan tetap memperhatikan nilai gizi.

“Anak-anak tetap bisa mengenal dan menikmati makanan khas daerah, tetapi dengan rasa yang lebih sesuai bagi mereka, sambil tetap memperhatikan nilai gizi dan kualitas bahan makanan,” ujar ahli gizi SPPG Batu Emas Banyumulek.

Beragam kreasi yang ditampilkan dalam lomba menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak dapat berjalan seiring dengan pengembangan inovasi dan pemanfaatan kekayaan kuliner daerah.

Baca Juga: Penerbitan 150 SHM Warga Transmigrasi Tambora Bima Dipercepat

Pada akhirnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya standar gizi dan gramasi. Tetapi dari sejauh mana makanan yang disajikan benar-benar dikonsumsi dan membawa manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak-anak, terutama mereka yang paling membutuhkan. (lil/diskominfotikntb)

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
SPPG TP PKK NTB Makan Bergizi Gratis Mbg Sinta Agathia