Rinjani, Tambora, Sangeangapi Level II, Pemprov NTB Minta Warga Tetap Waspada

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:26 WIB
JANGAN LENGAH: Gunung Rinjani di Pulau Lombok menjadi salah satu gunung api yang aktivitasnya, masih terus dipantau. (IVAN/LOMBOK POST)
JANGAN LENGAH: Gunung Rinjani di Pulau Lombok menjadi salah satu gunung api yang aktivitasnya, masih terus dipantau. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Rinjani, Gunung Tambora, dan Gunung Sangeangapi yang saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.

Sekretaris Dinas ESDM NTB Niken Arumdati mengatakan, pemantauan dilakukan dengan mencermati informasi dan hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM. 

“Status waspada pada ketiga gunung api tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya fenomena yang membuat ketiganya aktif secara bersamaan,” jelasnya, Kamis (27/8).

Baca Juga: Unram-BRIN Kembangkan Aplikasi Keamanan Pendaki Rinjani

Menurutnya, setiap gunung api memiliki sistem dan karakter aktivitas vulkanik yang berbeda. Penilaian tingkat aktivitas juga tidak hanya didasarkan pada jumlah gempa.

Penetapan tingkat aktivitas gunung api dilakukan berdasarkan evaluasi berbagai parameter. Di antaranya kegempaan, deformasi, pengamatan visual, serta sejumlah parameter pendukung lainnya. 

Berdasarkan informasi pemantauan terkini, terdapat beberapa parameter aktivitas yang masih perlu dicermati. Namun, hingga saat ini belum ada perubahan tingkat aktivitas pada ketiga gunung tersebut dari penetapan resmi PVMBG. 

Niken mengingatkan, NTB berada di kawasan Ring of Fire sehingga aktivitas tektonik dan vulkanik merupakan bagian dari dinamika alam yang perlu dipahami dan diantisipasi bersama.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak perlu menjadi alasan untuk menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

“Ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, tetapi menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan,” ujarnya. 

Baca Juga: Siapkan Tempat Pemeriksaan Khusus bagi Pendaki Rinjani

Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan gunung api.

“Kami meminta masyarakat untuk memahami potensi bahaya, serta mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas vulkanik,” ujarnya.

Dinas ESDM NTB juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi dan radius aman yang ditetapkan PVMBG untuk masing-masing gunung api. 

“Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api agar selalu merujuk pada kanal resmi PVMBG atau MAGMA Indonesia,” tandasnya.

Kasubag TU Balai TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan, aktivitas pendakian Gunung Rinjani hingga saat ini, masih aman untuk dilakukan.

“Untuk jalur pendakian dan area camping juga jauh dari radius 1,5 kilometer kawah Gunung Baru Jari,” ujarnya.

Status Level II atau Waspada untuk Gunung Rinjani bukan kondisi yang baru ditetapkan, karena telah berlangsung sejak tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Kawasan Selatan Rinjani Racik Wisata Berbasis Pertanian

Meski demikian, informasi mengenai status aktivitas gunung api, tetap dirilis oleh pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memberikan informasi dan pengingat kepada masyarakat maupun para pendaki.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Tambora rinjani Gempa gunung api waspada