Uji Coba Rekayasa Simpang Empat Rembiga Dilanjutkan, Kepentingan Orang Banyak yang Utama

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:59 WIB
URAI KEMACETAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kanan) bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (tiga dari kiri) meninjau rekayasa lalu lintas Simpang Empat Rembiga, Senin (31/8). (YUYUN/LOMBOK POST)
URAI KEMACETAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kanan) bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (tiga dari kiri) meninjau rekayasa lalu lintas Simpang Empat Rembiga, Senin (31/8). (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost-Uji coba rekayasa lalu lintas di Simpang 4 Rembiga kembali diberlakukan, Senin (31/8). Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi bersama antara perwakilan warga Rembiga, Ditlantas Polda NTB, Dishub NTB, Dishub Kota Mataram, dan pihak terkait lainnya.

Diberitakan sebelumnya Minggu (30/8), sejumlah warga membongkar paksa pembatas jalan atau road barrier/water barrier yang terpasang.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menjawab persoalan kemacetan yang telah dikeluhkan masyarakat selama bertahun-tahun.

“Kita kaget dan prihatin sekali bahwa kemarin ada yang membongkar ini, beberapa orang,” kata Iqbal, saat meninjau situasi Simpang Empat Rembiga.

Baca Juga: Uji Coba Rekayasa Jalan Dr Wahidin-Rembiga Diperpanjang

Dampak kemacetan, kata Gubernur, dirasakan banyak masyarakat. Ia menjelaskan, mulai dari pelajar hingga pekerja yang terelambat masuk sekolah dan kantor.

Berbagai alternatif telah dicoba, dan rekayasa lalu lintas yang saat ini diterapkan dinilai paling efektif. Dalam rekayasa lalu lintas itu, perubahan arus diterapkan di tiga titik. Yakni Simpang Tiga Dakota, Simpang Empat Rembiga, dan Simpang Tiga Auri.

“Janganlah kepentingan satu, dua orang, segelintir orang, itu mengalahkan kepentingan orang yang lebih banyak,” tegasnya. 

Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, Iqbal meminta disampaikan secara bijak agar dapat dicarikan solusi.

“Kalau memang ada yang dirugikan, ngomong ke pak RT, ngomong ke pak lurah biar dicarikan solusinya,” katanya. 

Di lokasi, Iqbal bersama Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyempatkan berdialog dengan pelaku UMKM. Dari hasil komunikasi tersebut, pelaku UMKM disebut menerima penerapan rekayasa lalu lintas.

Baca Juga: Defisit Air Mengancam, Biaya OP Irigasi di NTB Terbatas

“Mereka juga lebih nyaman karena mereka yang berhenti bisa langsung parkir di sini,” tandasnya.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan apresiasi, karena rekayasa lalu lintas di Simpang Empat Rembiga kembali diterapkan sesuai skema awal. Hal itu setelah dilakukan komunikasi dengan sejumlah warga yang sebelumnya membongkar pembatas jalan.

“Saya bersyukur hari ini sudah kembali sesuai dengan skema awal,” kata Mohan. 

Skema yang saat ini diterapkan merupakan hasil dari berbagai upaya dan masukan masyarakat. “Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi solusi, dan saya lihat itu dari komentar masyarakat, persepsi yang berkembang juga mereka sangat setuju,” ujarnya.

Ia juga meminta setiap masukan disampaikan, melalui jalur komunikasi yang membangun kepada pemerintah. Bukan dengan membongkar fasilitas secara sepihak. “Kita minta supaya pengertian, pemahaman kita bersama bahwa ini itu kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub NTB Baiq Musfiatin menegaskan, penerapan rekayasa lalu lintas sejauh ini menunjukkan perbaikan, terutama dari sisi kemacetan.

Baca Juga: Pemprov NTB Perjuangkan Kepastian SHM Warga Transmigrasi

Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, kondisi lalu lintas membaik seiring berkurangnya kemacetan. “Secara teknis memang sudah dikaji dan sudah dihitung. Karena tidak ada kemacetan, polusi udara juga berkurang dan kualitas udara meningkat,” ujarnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
rekayasa Lalu Lintas Mataram Lalu Muhamad Iqbal Rembiga