LombokPost-Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree, selaku Duta Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP), mengunjungi sejumlah lokasi di Lombok, NTB, selama 5-6 September 2026.
Dimulai Sabtu (5/9), Putri Victoria mengunjungi UPTD Bale KITA di Kawasan Barat Islamic Center, untuk melihat dukungan pemerintah daerah terhadap industri kreatif, UMKM berbasis komunitas, promosi kerajinan, produk lokal, dan warisan budaya daerah.
Ia juga meninjau SMK Negeri 1 Pemenang, Lombok Utara, yang dibangun kembali dengan konstruksi tahan gempa melalui Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assistance (PETRA), salah satu proyek UNDP untuk pemulihan pascagempa Lombok.
Baca Juga: Pemprov NTB Manfaatkan Diplomasi untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Pada Minggu (6/9), Putri Victoria melanjutkan kegiatan dengan menanam terumbu karang di Gili Meno, salah satu lokasi asuransi terumbu karang pertama di Indonesia.
Terakhir, ia mengunjungi Desa Adat Karang Bajo bersama Gubernur NTB, meninjau Mata Air Mandala, menanam pohon, dan berdialog dengan warga.
“Ini kesempatan kami mengenalkan NTB ke dunia,” kata Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Minggu (6/9).
Pemprov NTB akan terus mendorong penguatan hubungan internasional, melalui kunjungan sejumlah tokoh dan perwakilan negara ke Bumi Gora.
Menurut Iqbal, kunjungan Putri Victoria menambah daftar tokoh internasional yang telah datang ke NTB.
Sebelumnya, 11 duta besar negara sahabat telah berkunjung ke NTB, yakni Qatar, Oman, Maroko, Bulgaria, Karibia, Suriah, Azerbaijan, Palestina, Bosnia dan Herzegovina, Albania, serta Romania.
Selain kunjungan para duta besar, Iqbal juga menyebut kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) yang digelar tahun lalu. Kegiatan tersebut diikuti duta besar dan diplomat perwakilan dari 27 negara.
Hubungan internasional NTB juga diperluas, melalui kunjungan Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai.
Rangkaian pertemuan dan kunjungan tersebut dinilai, menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi membangun jaringan kerja sama internasional.
Baginya, pengalaman sebagai diplomat dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki menjadi modal dalam membangun jejaring internasional.
Melalui hubungan tersebut, NTB diharapkan semakin dikenal dan mampu membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak di tingkat internasional.
“Kita wujudkan program besar kita, yakni NTB Mendunia,” pungkas Gubernur.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan