Pencairan Anggaran Desa Berdaya Tematik Ditarget Tuntas September

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB
CEK KONDISI: Kepala Disnakkeswan NTB Muhamad Riadi (kiri) sedang mengecek hasil produksi ayam petelur saat monitoring Program Desa Berdaya Tematik di Desa Sambelia, Lombok Timur, Selasa (8/9). (DISNAKKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)
CEK KONDISI: Kepala Disnakkeswan NTB Muhamad Riadi (kiri) sedang mengecek hasil produksi ayam petelur saat monitoring Program Desa Berdaya Tematik di Desa Sambelia, Lombok Timur, Selasa (8/9). (DISNAKKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB menargetkan pencairan anggaran program Desa Berdaya Tematik, untuk seluruh desa sasaran selesai pada September 2026.

“Target kita pembayaran atau realisasi anggaran selesai di bulan ini,” terang Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Rabu (9/9). 

Untuk menjalankan program tersebut, Pemprov NTB menyiapkan total anggaran sekitar Rp 128 miliar. Dana tersebut diberikan sebagai stimulan kepada desa penerima manfaat dengan alokasi masing-masing sebesar Rp 300 juta per desa.

Baca Juga: Gubernur Miq Iqbal Titip Desa Berdaya dan Hutan NTB kepada Babinsa

Dari 257 desa penerima manfaat, saat ini 65 desa telah melakukan pencairan dengan total realisasi mencapai Rp 19 miliar. Percepatan pencairan terus dilakukan, agar pelaksanaan program dapat segera berjalan.

Program Desa Berdaya Tematik diarahkan untuk mengentaskan kemiskinan melalui penguatan ketahanan pangan, pelestarian hutan, serta pengembangan potensi pariwisata di desa sasaran.

Kendati demikian, pihaknya tidak memungkiri, salah satu kendala yang dihadapi adalah adanya desa yang mengusulkan lebih dari satu tema.

Kondisi tersebut membuat usulan harus diperiksa oleh OPD teknis sesuai bidangnya. “Misalnya kepala desa ajukan untuk dua tema, pariwisata dan pertanian. Otomatis harus dicek betul sama dua OPD teknisnya,” mantan kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB tersebut.   

Nelly menyebut masih ada usulan kepala desa yang belum sesuai dengan tujuan program. Beberapa desa mengajukan proyek fisik seperti membangun jalan tani.

Desa Berdaya Tematik bukan untuk pembangunan fisik, melainkan upaya mendorong desa mengembangkan potensi lokal. Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan membantu pembiayaan pembangunan desa, mendukung desa keluar dari miskin ekstrem.

Baca Juga: Desa Berdaya Jadi Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Global

Namun, Nelly menilai hal tersebut masih bisa dimaklumi, karena program Desa Berdaya Tematik berada di tahun pertama pelaksanaan.

“Ini kan tahun pertama. Mudah-mudahan ini menjadi contoh dan bahan perbaikan, sehingga 2027 desa sudah siap,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses pencairan, Pemprov NTB juga menyederhanakan mekanisme rekomendasi dari OPD teknis. Sekarang, cukup memberikan rekomendasi layak atau tidak layak terhadap usulan yang diajukan.

Penyederhanaan tersebut merupakan arahan pimpinan, agar tidak lagi muncul rekomendasi yang menyatakan usulan layak, dengan berbagai syarat tambahan.

“Agar jangan lagi rekomendasinya layak tetapi dengan syarat. Itu kan kepala desa jadi bingung,” kata Nelly.

Penyederhanaan rekomendasi tidak mengurangi kesahihan administrasi. Ia menegaskan, pengawasan penggunaan anggaran dilakukan setelah pencairan selesai. Direncanakan November.

Pengawasan tersebut akan melihat kesesuaian, dari kegiatan yang dilaksanakan dengan apa yang telah direncanakan dan disetujui.

“Apa yang direncanakan itu harus dilaksanakan dan sesuai. Jangan nanti rencananya ke timur, laksananya ke barat,” tegasnya. 

Karenanya, untuk desa yang sudah menerima anggaran, jika pelaksanaan tidak sesuai, akan dilakukan teguran dan pemeriksaan oleh Inspektorat.

“Pasti kita akan tegur. Ada pemeriksaan Inspektorat dan pasti ada pengembalian dana,” tandasnya.

Baca Juga: Rp 35 Miliar Masuk APBD Perubahan untuk Program Desa Berdaya Transformatif

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Muhamad Riadi memonitor pelaksanaan Program Desa Berdaya Tematik di Desa Sambelia dan Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Desa Sambelia mendapat anggaran sekitar Rp 300 juta untuk budidaya ayam petelur dengan populasi 1.000 ekor yang kini mulai berproduksi. Pengelolaan dilakukan pemerintah desa bekerja sama dengan peternak profesional dan mendapat pendampingan UPT Puskeswan Sambelia. 

“Sementara Desa Sugian merencanakan 500 ekor ayam petelur dengan pengelolaan melalui Bumdes. Pembangunan kandang telah mencapai 80 persen,” jelasnya.

Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Desa Berdaya Tematik berjalan sesuai rencana, sekaligus melihat perkembangan budidaya ayam petelur dalam memperkuat ekonomi desa dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Perkuat Peran Linmas dan Desa Berdaya, Satpol PP NTB Gelar Sambang Linmas di Pagutan Timur

Kepala Desa Sambelia Muhamad Kahar mengatakan, program akan difokuskan pada pemberdayaan kelompok peternak untuk meningkatkan populasi ayam sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
desa desa berdaya kepala desa Anggaran NTB