Mengejar Capaian Imunisasi di NTB

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 05:30 WIB
KEKEBALAN TUBUH: Seorang balita mendapatkan tetesan vaksin imunisasi dari tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
KEKEBALAN TUBUH: Seorang balita mendapatkan tetesan vaksin imunisasi dari tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Capaian Imunisasi Bayi Lengkap (IDL) di NTB masih di bawah target. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB HL Hamzi Fikri mengatakan, kondisi tersebut patur menjadi perhatian.

“Penguatan dilakukan melalui percepatan pelayanan, penjangkauan sasaran yang belum mendapatkan imunisasi, imunisasi kejar, serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” tegasnya, Minggu (13/9).

IDL diberikan kepada bayi usia 0-11 bulan dan anak bawah dua tahun (baduta) usia 12-23 bulan. Di NTB, targetnya mencapai 98.488 anak.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Mataram Kejar Target Imunisasi HPV untuk Murid SD

Berdasarkan data dari Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) manual yang dirilis Dikes NTB, capaian IDL 47,09 persen. Bahkan berdasarkan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), capaian 36,36 persen.

Padahal, target imunisasi bayi lengkap hingga Juli 2026 ditetapkan 55,4 persen. Sedangkan target tahunan imunisasi bayi lengkap NTB mencapai 95 persen.

Karenanya Dikes NTB meminta seluruh kabupaten/kota dan Puskesmas, memperkuat sweeping sasaran yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

Pelacakan dilakukan secara aktif melalui pendataan by name by address, kunjungan rumah, serta imunisasi kejar bagi anak yang terlambat atau belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. 

“Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan imunisasi rutin dan penjangkauan anak zero dose,” jelasnya. 

Dikes NTB juga terus mendorong advokasi lintas sektor, kolaborasi dengan mitra pembangunan, pelacakan sasaran, optimalisasi fasilitas pelayanan kesehatan, mobilisasi masyarakat, hingga peningkatan kapasitas petugas. 

Baca Juga: Dikes NTB Tegaskan KLB Campak di Bima Dompu Teratasi tapi Imunisasi Anak Tetap Diperluas

Pemahaman orang tua mengenai manfaat imunisasi menjadi penting agar terdorong membawa anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

“Bagaimana masyarakat memahami manfaat imunisasi dan merasa yakin untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi,” kata mantan direktur RSUD NTB ini. 

Tokoh agama, tokoh masyarakat, kader Posyandu, pemerintah desa atau kelurahan, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat lainnya memiliki peran penting dalam membangun komunikasi positif mengenai imunisasi.

“(Ini, Red) salah satu strategi yang didorong untuk memperkuat kepercayaan terhadap imunisasi,” bebernya. 

Selain itu, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), pendekatan human-centered design (HCD), serta komunikasi interpersonal (IPC) perlu dilakukan secara konsisten.

“Anak yang terlambat mendapatkan imunisasi tetap perlu dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi kejar sesuai ketentuan,” tegasnya. 

IBaca Juga: Rendahnya Cakupan Imunisasi Jadi Penyebab Utama Masifnya Penyebaran Campak di NTB

Imunisasi lengkap dan tepat usia memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Di antaranya tuberkulosis, polio, difteri, pertusis, tetanus, campak, rubella, pneumonia, meningitis, hingga japanese encephalitis sesuai program yang berlaku.

“Peningkatan cakupan imunisasi membutuhkan keterlibatan bersama, karena masing-masing pihak punya peran untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari imunisasi,” tandasnya. 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
Posyandu imunisasi Anak Kesehatan Puskesmas