LombokPost-Stok vaksin untuk imunisasi dasar lengkap (IDL) di NTB masih aman. Pemprov NTB saat ini menguasai 812.042 dosis vaksin untuk memenuhi kebutuhan imunisasi anak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB HL Hamzi Fikri mengatakan, stok tersebut terdiri dari berbagai jenis vaksin, mulai BCG, DPT-HB-Hib, DT, Heksavalen, Hepatitis B, HPV, IPV, MR, PCV, Polio, Rotavirus, hingga Td.
Selain stok di tingkat provinsi, ketersediaan vaksin di 10 kabupaten/kota juga masih mencukupi dengan total 413.707 dosis.
“Dari sisi ketersediaan vaksin, stok saat ini dalam kondisi aman,” kata Fikri, Senin (21/9).
Baca Juga: Anak Berhak Mendapat Perlindungan lewat Imunisasi
Menurutnya, penempatan stok vaksin di setiap daerah disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah sasaran imunisasi. Stok terbanyak berada di Lombok Timur, sedangkan stok paling sedikit berada di Lombok Utara.
Dijelaskan, anak usia 0-11 bulan 29 hari menjadi sasaran imunisasi dasar lengkap untuk mendapatkan perlindungan terhadap berbagai penyakit.
Imunisasi yang diberikan meliputi Hepatitis B sebanyak satu dosis pada usia 0-7 hari setelah lahir, BCG satu dosis, serta polio tetes atau bOPV sebanyak empat dosis.
Selain itu, anak juga mendapatkan satu dosis polio suntik atau IPV. Imunisasi DPT-HB-Hib atau Heksavalen diberikan sebanyak tiga dosis untuk memberikan perlindungan terhadap difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b.
Baca Juga: Mengejar Capaian Imunisasi di NTB
Khusus vaksin Heksavalen, vaksin tersebut juga mengandung perlindungan terhadap polio. Sementara imunisasi Campak Rubela (MR) diberikan satu dosis dalam kurun waktu satu tahun di satu wilayah untuk melindungi anak dari campak dan rubela.
Dengan stok yang masih mencukupi, Fikri mengatakan persoalan utama saat ini bukan lagi ketersediaan vaksin. Tantangannya adalah memastikan seluruh sasaran yang belum mendapatkan imunisasi dapat dijangkau dan menerima vaksin sesuai jadwal.
“Dengan kondisi stok vaksin yang mencukupi, tantangan saat ini bukan pada ketersediaan vaksin, tetapi pada peningkatan cakupan dan penjangkauan sasaran,” tegasnya.
Karena itu, penguatan kolaborasi diperlukan mulai dari tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa dan kelurahan, hingga keluarga serta masyarakat.
Baca Juga: PR Pemerintah, Sadarkan Orang Tua yang Belum Jadikan Imunisasi Prioritas
Langkah tersebut diperlukan agar anak yang belum mendapatkan imunisasi dapat segera ditemukan dan memperoleh imunisasi sesuai jadwal.
“Kita perlu memastikan anak yang belum mendapatkan imunisasi segera dijangkau dan mendapatkan imunisasi sesuai jadwal,” pungkasnya.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Liputan