1.290 Titik Kebakaran Terjadi di NTB, Kerugian Material Ditaksir Tembus Rp 75 Miliar

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 09:00 WIB
Belasan rumah hangus dan puluhan warga terdampak mengungsi, akibat kebakaran melanda permukiman warga di Desa Lido, Kecamatan Belo, Bima, beberapa waktu lalu. (BPBD NTB FOR LOMBOK POST)
Belasan rumah hangus dan puluhan warga terdampak mengungsi, akibat kebakaran melanda permukiman warga di Desa Lido, Kecamatan Belo, Bima, beberapa waktu lalu. (BPBD NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat 1.290 kejadian kebakaran di berbagai wilayah Bumi Gora, sepanjang 1 Januari hingga 31 Oktober 2026. Total kerugian material akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 75,05 miliar.

“Tercatat 1.290 kejadian kebakaran dengan dampak kerusakan pada berbagai objek, mulai dari lahan, permukiman hingga pusat ekonomi,” terang Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Rabu (4/11).

Dari total kerugian tersebut, petugas berhasil menyelamatkan harta benda dengan nilai taksiran Rp 11,41 miliar. Masih berdasarkan data BPBD NTB periode 1 Januari hingga 31 Oktober 2026, kebakaran juga berdampak terhadap 3.503 jiwa.

Baca Juga: Suka Duka Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran: Bertaruh Nyawa, Pantang Pulang Sebelum Padam

Sebanyak 1.430 kepala keluarga (KK) atau 3.516 jiwa tercatat berhasil diselamatkan dalam penanganan kejadian tersebut. Sementara itu, dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka. 

Dari klasifikasi objek yang terbakar, kebakaran lahan mendominasi dengan 603 kejadian. Berikutnya, kebakaran permukiman sebanyak 250 kejadian, TPS/TPS sebanyak 144 kejadian, dan kategori lainnya sebanyak 148 kejadian.

“Kebakaran juga terjadi di sejumlah objek yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik,” tambah Sadimin.

Tercatat 60 kejadian kebakaran di pusat ekonomi, 31 kejadian pada objek vital, 22 kejadian di fasilitas kesehatan, serta 11 kejadian di kantor. 

Selain itu, terdapat 10 kejadian kebakaran di fasilitas pendidikan, tujuh kejadian di hotel atau penginapan, serta masing-masing dua kejadian pada fasilitas ibadah dan transportasi. Sementara itu, kategori kebakaran hutan tercatat nihil.

Mengacu sebaran wilayah, Lombok Timur menjadi daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 280 kejadian. Kebakaran lahan di daerah tersebut mencapai 157 hektare. Selain itu, tercatat 31 kejadian kebakaran TPS/TPS dan 31 kejadian kebakaran permukiman. 

Baca Juga: Kasus Kebakaran Lombok Barat Melonjak 190 Persen

Wilayah berikutnya adalah Sumbawa dengan 196 kejadian. Kebakaran lahan di daerah ini mencapai 110 hektare, disusul 30 kejadian kebakaran permukiman dan 24 kejadian pada TPS/TPS. 

Lombok Utara mencatat 161 kejadian dengan kebakaran lahan seluas 105 hektare. Sementara itu, Lombok Tengah mengalami 158 kejadian, termasuk kebakaran lahan seluas 72 hektare dan 29 kejadian kebakaran permukiman. 

Di Kota Mataram, tercatat 93 kejadian kebakaran. Rinciannya meliputi kebakaran lahan seluas 32 hektare, 18 kejadian di permukiman, 12 kejadian pada TPS/TPS, serta 10 kejadian di pusat ekonomi. 

Di Bima kebakaran ada 92 kejadian, dengan kebakaran lahan seluas sembilan hektare. Kemudian Kota Bima sebanyak 52 kejadian, Sumbawa Barat 48 kejadian, dan Dompu 17 kejadian. 

Di Sumbawa Barat, kebakaran lahan tercatat seluas 10 hektare. Sementara di Kota Bima, data mencatat kebakaran lahan seluas tujuh hektare. 

“Dari sisi penanganan, sebagian besar kejadian kebakaran dapat direspons petugas dalam waktu kurang dari 15 menit,” jelasnya.

Baca Juga: OPD Hingga Lurah di Kota Bima Diminta Bersiap Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Tercatat 934 kejadian ditangani dalam rentang waktu tersebut. Namun, 160 kejadian membutuhkan waktu respons lebih dari 15 menit, sedangkan 122 kejadian lainnya tidak memiliki data waktu respons.

“Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan di area terbuka, tegalan, maupun kawasan rawan,” tandasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
kerugian Lahan hutan Kebakaran NTB