Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jejak Mendampingi Langkah Mamiq Gita Ariadi (Pikiran dan Catatan Seorang Ajudan)

Rury Anjas Andita • Rabu, 27 September 2023 | 07:19 WIB
Lalu Gita Ariadi saat dilantik Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk Pj Gubernur NTB, beberapa waktu lalu.
Lalu Gita Ariadi saat dilantik Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk Pj Gubernur NTB, beberapa waktu lalu.

SEORANG ajudan memiki tugas untuk mengurus segala keperluan pimpinan yang berhubungan dengan pekerjaan kedinasan. Seorang ajudan harus memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan staf dan pelayanan administrasi terutama yang berkaitan dengan keprotokoleran. Begitulah pemahaman yang saya tangkap sebagai ajudan dari tuntutan yang diinginkan oleh Sekda NTB ke-13 dan tertanggal 19 September 2023 dilantik sebagai Penjabat Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si.

Awal saya mengemban tugas sebagai ajudan, saya mengira ini adalah suatu pekerjaan yang sederhana. Layaknya pandangan orang di luar sana yang di mana tugas ajudan hanya buka tutup pintu untuk pimpinan dan meneruskan arahan pimpinan. Bersama Mamiq Gita seorang ajudan tidak sesederhana itu, ajudan memiliki tugas yang besar untuk memastikan segala pekerjaan yang dilakukan oleh pimpinan dari mulai berangkat dari rumah sampai pada pimpinan terlelap tidur di malam hari berjalan clear dan clean.

Dengan begitu beratnya tuntutan dari mamiq gita kepada seorang ajudan, sehari sebelumny saya sudah menyiapkan diri menganalisa setiap agenda Mamiq Gita yang akan dihadiri esok hari. Tidak jarang saya berjibaku dengan dinas terkait atau panitia acara untuk koordinasi terkait acara sebagai bahan laporan kepada Mamiq Gita.

Jika di waktu piket saya kehilangan fokus sedikit saja atau persiapan yang kurang matang, maka bersiaplah untuk mendapat teguran Mamiq Gita, “Ajudan ngangak ajudan bangak”, begitulah kira-kira kalimat khas Mamik Gita. Namun begitu, jika pekerjaan lancar maka akan ada kalimat “oke good” dari Mamiq Gita kepada ajudan, bahkan tidak jarang ajudan mendapatkan voucher pulsa dari Mamiq Gita.

Namun di balik itu semua, begitu banyak pelajaran sebagai seorang ASN yang saya petik ketika mendampingi jejak langkah Mamiq Gita. Etos kerja Mamiq Gita yang begitu tinggi, disiplin, responsif, cepat dan cermat dan selalu bugar di tengah padatnya agenda dengan mobilitas yang tinggi, mengharuskan seorang ajudan untuk dapat mengimbangi metode kerja Mamiq Gita.

Saya kehabisan kata untuk menggambarkan bagaimana mamiq gita bekerja. Bisa jadi penjabat gubernur NTB ini adalah superman, batman atau jelmaan dari karakter film hero, (hehehehe).

 

Tragedi Truk Oleng

Pada 13 Maret 2022 saya mendampingi Mamiq Gita menuju ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Kisah yang menarik dari perjalanan kami kali ini adalah ketika dari Balikpapan menuju area IKN, mobil kami hampir saja terlindas oleh truk besar pengangkut aspal. Truk pengangkut aspal yang tiba tiba mundur karna tidak mampu menanjak, oleng mengarah ke mobil kami yang tepat berada di belakang truk. Bersyukur kami terhindar dari kejadian naas tersebut.

Bagai telur di unjung tanduk, begitulah Kirakira peribahasa yang dapat menggambarkan keadaan saat itu. Menegangkan namun Mamiq Gita nampak terlihat tenang dan kemudian kami melanjutkan perjalanan. Risiko dalam menjalankan tugas memang tidak dapat di sangka. Sebagai seorang ASN, keberanian dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas mutlak harus dimiliki. Begitlah Kirakira pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman saya ketika mendampingi Mamiq Gita ke IKN.

 

Kerja Marathon

Pada 14 September 2022 saya berangkat dari Kota Mataram mendampingi Mamik Gita menghadiri acara di Surabaya dan Bali. Yang menarik dari perjalanan kali ini adalah bagaimana Mamiq Gita menghadiri acara di 3 provinsi berbeda dalam 2 hari. Terdengar gila atau layaknya pergerakan kegiatan presiden atau menteri yang memiliki pesawat pribadi.

Kami berangkat dari kediaman selepas melaksanakan salat Subuh dan takeoff Lombok-Surabaya pukul 06.30 Wita. Sesampai di Surabaya kami langsung bergegas menuju hotel lokasi acara yang berjarak sekitar 45 menit dari bandara. Waktu itu Mamiq Gita mewakili gubernur menghadiri acara rakor inflasi daerah dan pemberian penghargaan kepada provinsi dan kabupaten/kota yang dianggap berhasil dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Alhamdulillah kala itu NTB juga mendapatkan penghargaan sebagai provinsi yang dapat mengendalikan inflasi di daerah. Acara selesai sekitar pukul 11.30 WIB kemudian kami bergegas menuju bandara mengejar pesawat yang takeoff pukul 14.00 WIB menuju Bali. Alhamdulillah kami dapat waktu makan siang di bandara walaupun makan dengan jurus seribu bayangan.

Tiba di Bali sekitar pukul 16.00 Wita kami langsung menuju hotel tempat menginap yang tidak jauh dari lokasi acara berada. Malamnya Mamiq Gita menghadiri gala dinner dan pembukaan acara, selanjutnya esok hari menghadiri rakor penanganan konflik sosial yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM RI.

Rakor selesai pukul 12.30 Wita dan kemudian kami bergegas menuju bandara mengejar pesawat Bali-Lombok yang takeoff pukul 15.00 Wita. Sempat mengalami delay selama satu setengah jam akhirnya pesawat dapat takeoff sekitar pukul 16.30 Wita. Sampai di kediaman sekda ketika azan magrib, berharap ajudan diizinkan pulang untuk istirahat, ternyata Mamiq Gita berpesan “salat terus makan, habis itu kita ke Senggigi hadiri gala dinner BNN” saya sebagai ajudan tentunya menjawab “nggih siap mamiq”.

Dalam hati saya menggerutu, ini kerja apa dikerjain. Bakda isya kami berangkat menuju sunset view Aruna Hotel Senggigi, acara selesai sekitar pukul 11 malam. Sesampai di kediaman saya berekspektasi akan langsung pulang, namun ternyata sudah ada rekan ASN menunggu membawa surat yang perlu tanda tangan sekda segera.

Celakanya surat itu ada perbaikan dan saya diminta untuk mengawalnya agar dapat Mamiq Gita tandatangani malam itu juga karena akan dibawa ke jakarta esok pagi. Jam 12 malam masih berjibaku mengawal perbaikan surat yang harus ditandatangani mamiq gita dengan keadaan telah melewati agenda padat lintas provinsi selama 2 hari.

Ketika mulai menulis ini, saya sebagai ajudan mulai menyadari dampak dari jejak mendampingi langkah mamiq gita. Tentu ada hikmah dan pelajaran yang diperoleh sebagai bekal menjadi ASN yang profesional. Sebagai ASN tidaklah mudah, jiwa melayani, pekerja keras, pantang menolak tugas dari atasan dan siap setiap saat menjawab berbagai permasalahan adalah modal mencapai kesuksesan sebagai ASN.

Itulah dua kisah saya dari berbagai banyak kisah selama saya menjabat sebagai ajudan Mamiq Gita yang kala itu diamanahkan sebagai sekda NTB. Mulai dari awal Maret 2020 hingga akhir Mei 2023 saya mendampingi jejak langkah Mamik Gita. Terakhir saya diamanahkan mendampingi keberangkatan Mamik Gita dari Lombok menuju Jakarta untuk menghadiri pelantikan Mamiq Gita sebagai penjabat gubernur NTB. Per tanggal 19 september 2023 Mamik Gita dilantik sebagai penjabat gubernur NTB oleh Menteri Dalam Negeri RI di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri RI.

Dalam kesempatan sambutannya, Mamiq Gita selaku Pj Gubernur NTB menyampaikan, “dengan amanah yang baru, insya Allah kami ingin berbuat yang terbaik, bagi Negara dan masyarakat NTB. Selamat mengemban tugas baru miq. (*)

*Muhamad Syaekhurrosiddin, S.STP (ASN Biro Umum Pemprov NTB)

Editor : Rury Anjas Andita
#Gubernur NTB #penjabat #Gita Ariadi #Ajudan