Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekonomi Kesehatan, Line Dance dan Kebahagiaan

Rury Anjas Andita • Minggu, 20 Oktober 2024 | 07:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

SETIAP kita bertemu dengan teman, sahabat atau siapapun pasti kita mengucapkan salam dan memberikan doa terbaik untuknya. Salah satu doa dan harapan kita bahwa yang kita temui dianugrahkan kebahagian. Sejatinya kebahagian itu bisa bermakna sangat luas atau bahkan sangat sederhana sekali.

Kebahagian adalah keadaan emosi positif yang didefinisikan secara subjektif oleh setiap orang ( Synder & Lopez,2007) sedangkan kebahagian menurut BPS dapat diukur dengan indeks kebahagian yang mencakup tiga dimensi utama yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Makna Hidup (Eudaimonia ) dan Perasaan (Affect) serta 19 indikator pembentuk dimensi utama.

Adapun indikator pembentuk dimensi kepuasan hidup (Life Satisfaction) berjumlah 10 indiktator yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan rumah tangga, keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan social, kondisi rumah dan asset, keadaan lingkungan, kondisi keamanan, dimensi Makna Hidup (Eudaimonia) berjumlah 6 indikator yaitu penerimaan diri, tujuan hidup, penguasaan lingkungan, kemandirian, hubungan positif dengan orang lain,pengembangan diri sedangkan dimensi Perasaan (Affect) dibentuk oleh 3 indikator terdiri dari senang ,tidak tertekan,tidak khawatir.

Namun bila kita bertanya secara random mengenai makna kebahagian sering sekali kita memperoleh jawaban bahwa sesungguhnya kebahagian itu ada dilubuk hati terdalam ini, hal ini bermakna sangat luas bagaikan luasnya langit dan lautan yang memayungi dan memberikan kehidupan pada kita. Oleh karena kompleksnya arti kebahagian marilah kita coba meraihnya dengan hal-hal yang bisa kita lakukan saat ini sehingga kita dapat mencapai kebahagian yang hakiki pada masa yang akan datang.

Salah satu cara untuk meraih kebahagian melalui Line Dance, dengan Line dance tubuh kita akan memproduksi hormon kebahagian yaitu hormon edorfin, serotonin dan Oksitosin. Hormon endofrin adalah hormon yang diproduksi dikelenjar pituitari dan hipotalasmus di otak. Hormon ini dapat membuat seseorang merasa senang, nyaman, dan berenergi. Endorfin juga berfungsi sebagai pereda rasa sakit alami ketika sakit atau stress. Hormon Serotonin adalah hormon yang mengatur suasana hati di otak.

Saat kadar serotonin normal, seseorang akan merasa lebih fokus,stabil secara emosional, lebih bahagia, dan lebih tenang, sedangkan hormon oksitosin adalah hormon cinta karena berkaitan erat dengan munculnya perasaan cinta dan kasih sayang. Oksitosin juga berperan dalam membangun rasa empati dan ikatan hubungan antar manusia.

Pertanyaan berikutnya bagaimana kita bisa berharap bahwa line dance bisa membantu tubuh menghasilkan hormon kebahagian,jawabnya sangat mudah karena Line dance adalah olah raga dansa yang berupa rangkaian langkah yang membentuk suatu koreografi dan digerakan pada sejumlah hitungan musik tertentu sesuai selera dari penarinya.

      Rangkaian gerakan itu bisa digerakan menghadap ke 1, 2, 3 atau 4 bilik (wall). Rangkaian kegiatan ini tentu saja harus kita latih sehingga harmonisasi gerakan dan lagu yang menghasilkan kebahagian akan terwujud. Pada saat kita berlatih tentu saja kita akan:

(1) Bertemu dengan orang- orang yang memiliki kesenangan yang sama disanalah kita dapat tertawa bersama, kehangatan akan terjalin, dan silahturahim diharapkan terjaga

(2) Line Dance dilakukan dengan lembut atau penuh semangat sesuai keinginan anda sehingga dapat membantu meningkatkan kekencangan dan koordinasi otot, menurunkan risiko penyakit jantung koroner, memperbaiki kadar kolesterol, memperkuat tulang, menurunkan tekanan darah, dan menjaga kebugaran mental.

(3) Line dance diiringi music sesuai dengan selera anda sehingga ini akan menambahkan kebahagian anda

(4) Line dance sangat mudah untuk dipelajari hanya butuh waktu sekitar 3 minggu. Jika butuh waktu lebih lama, jangan khawatir .Kita semua belajar dengan kecepatan yang berbeda. Kita semua saling menyemangati untuk terus maju.

(5) Line dance dapat dilakukan di mana saja dan tidak memerlukan pasangan. Bagi sebagian orang, mungkin akan lebih mudah jika mereka datang latihan bersama teman. Namun, yakinlah bahwa ini tidak perlu, karena begitu anda ketempat latihan anda akan menemukan ruangan yang penuh dengan teman-teman yang belum pernah anda temui.

(6) Line dance membangun kepercayaan diri dengan memberikan rasa sukses dan pencapaian saat anda menguasai berbagai tahap dan tingkatan tari serta menguasai tarian secara keseluruhan.

(7) Line Dance membantu melatih daya ingat karena kita perlu menghafal urutan langkah dasar dan terus mengulang urutan ini, sehingga melatih otak agar tetap aktif, tidak hanya menghafal langkah-langkah tetapi juga mengoordinasikan anggota tubuh mengikuti music.

(8) Line dance dapat meningkatkan kepercayaan diri setelah anda menguasi beberapa tarian dan dapat membantu melepaskan neurotransmitter endorfin yang berfungsi mengurangi stres dan membuat tubuh kita merasa tenang, bahagia, dan optimis. Semua masalah terkait stres yang ada di pikiran anda seakan hilang saat anda menikmati line dance secara aktif. Hal ini pada gilirannya meringankan suasana hati dan mengurangi risiko depresi.

Menilik dari kegiatan dari Line dance diatas maka dapat diindikasikan bahwa Line dance dapat meningkatkan kebahagian melalui peningkatan emosi positif (Synder & Lopez,2007) serta Line dance dapat meningkatkan kebahagian karena Line dance dapat mempengaruhi indeks kebahagian melalui dimensi utama yaitu Kepuasan Hidup (Life Satisfaction) dengan peningkatan pada indicator kesehatan, Makna Hidup (Eudaimonia) melalui indicator penguasaan lingkungan, kemandirian, hubungan positif dengan orang lain,pengembangan diri sedangkan pada dimensi utama yang ketiga yaitu Perasaan (Affect) melaui seluruh indicator yaitu senang ,tidak tertekan,tidak khawatir.

Indeks kebahagian yang meningkat tentu saja berimplikasi lanjut terhadap permintaan kesehatan. Permintaan kesehatan merupakan salah satu bagian pembahasan dalam ekonomi kesehatan. Berbicara ekonomi kesehatan berarti berbicara ilmu ekonomi, ilmu yang mempelajari pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas (Richard G. Lipsey, 1990) sedangkan ekonomi kesehatan adalah merupakan penerapan ilmu ekonomi dalam upaya menetapkan standar kesehatan di tengah masyarakat.

Ekonomi kesehatan bertujuan mencapai pembangunan kesehatan pada masyarakat di suatu negara, serta berbagai cara mengatasi dampak gangguan kesehatan, mencegah gangguan kesehatan, dan melakukan langkah-langkah rehabilitasi gangguan kesehatan yang terjadi, yang mengancam produktivitas individu maupun nasional (WHO, 2019) sedangkan menurut Iswanto, 2021, Ekonomi kesehatan mencakup ekonomi makro, globalisasi dan kesehatan, metode pengukuran kesehatan secara higienis, rancangan pembiayaan jangka pendek dan jangka panjang menyangkut kondisi kesehatan masyarakat, kurva penawaran ekonomi kesehatan, skala ekonomi masyarakat pada suatu daerah dan periode tertentu, model permintaan dari pasar, penyedia pelayanan kesehatan dan perlakuan yang diberikan, asuransi kesehatan, jaminan kesehatan nasional (universal health coverage), perhitungan biaya, serta berbagai ragam kasus ekonomi kesehatan kontemporer.

Berdasarkan pengertian kebahagian dan indeks kebahagian dapat dilihat benang merahnya bahwa kegiatan line dance dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat yaitu semakin berkualitasnya kesehatan masyarakat, sehingga akan berdampak pada semakin rendahnya permintaan masyakarat terhadap pelayanan kesehatan. Pelayanan Kesehatan adalah produk atau pelayanan kesehatan sesungguhnya dibeli pasien/customer karena pelayanan kesehatan tersebut dibutuhkan dan diinginkan oleh mereka untuk lebih sehat yang disertai juga dengan daya beli yang dimiliki oleh pasien/customer (Dewi Sayati,2022). Dampak positif ini akan berimplikasi pada efektifitas alokasi pengeluraan kesehatan pemerintah yang dapat dipergunakan untuk peningkatan kualitas Sumberdaya manusia pada bidang kesehatan maupun peningkatan infrastruktur kesehatan.

Bila harmonisasi antara kebahagian, line dance dan ekonomi kesehatan terjadi seperti yang kita harapkan, maka pemerataan kesehatan akan terwujud dan pada akhirnya Indonesia Emas akan kita raih. Untuk dapat lebih cepat mewujudkan hal tersebut maka salah satu yang dapat dilakukan adalah melibatkan masyarakat untuk ber-line dance atau melakukan olahraga sesuai dengan pilihannya.

Masyarakat dapat bergabung pada Induk Organisasi Masyarakat (INORGA) yang merupakan bentuk pembudayaan olahraga masayarakat. INORGA berada dibawah KORMI ( Komite Olahraga Masyarakat Indonesia). KORMI NTB telah berdiri sejak tahun 2020 dan sampai dengan saat ini memiliki 76 INORGA. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KORMI, salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2024 tanggal 21 sampai dengan 26 adalah mengadakan Festival Olahraga Daerah (FORDA) dan di tahun 2025 Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional .

Mari kita dukung kegiatan ini guna mewujudkan Masyarakat yang sehat dan sejahtera. (*)

 


*) Ida Ayu Putri Suprati, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Wakil Sekretaris Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) DPD NTB

Editor : Rury Anjas Andita
#Kesehatan #Ekonomi #Line Dance #kebahagiaan