Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tegaknya Profesionalitas Politik 

Lombok Post Online • Jumat, 12 September 2025 | 13:35 WIB

Oleh M. Zakiy Mubarok Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Mataram

 

 Tanggal 9 September 2025 Partai Demokrat berusia 24 tahun. Meski belum terbilang tua, partai ini telah melalui banyak dinamika. Baik dinamika internal yang berdampak eksternal.

Maupun dinamika eksternal yang berimbas internal. Namun semuanya bisa dihadapi dengan elegan dan dilalui dengan aman. Kecuali bagi anggota atau kader yang tak tahan uji. Mereka menyingkir. Berguguran sesuai hukum alam.

Tat kala dahan rapuh, dengan sendirinya  ia akan jatuh. Jika diibaratkan pohon, terpaan angin tak menggoyahkan, sebab akar yang menopang batang, kuat tertanam. Gangguan eksternal pun terpental.       

Sometime you win, sometime you learn.  Kalimat menggetarkan ini mampu menggambarkan secara keseluruhan perjalanan sejarah Partai Demokrat.

Kalimat penuh makna yang dalam itu, datang dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, yang juga Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Kalimat yang lahir dari sosok dengan pengetahuan  yang luas, sekaligus mengandung kearifan dari seorang Bapak Bangsa. Mengapa? Karena SBY tidak memilih kalimat, misalnya ‘sometime you win, sometime you lose’ ditengah pasang surut perolehan suara partai ini dalam empat kali pemilihan umum (Pemilu) yang dijalani.

Penekanan pada aspek learn (pembelajaran) itu, juga pernah disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Saat berkunjung ke Pulau Lombok beberapa waktu lalu, AHY mengatakan dihadapan pimpinan Partai Demokrat di daerah ini, bahwa dirinya juga pernah mengalami dan menjalani proses pembelajaran dalam perjuangan politik.

Dan hari ini AHY dipercaya oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, menjadi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Pengungkapan AHY itu membesarkan hati para kader Partai Demokrat  yang belum berhasil duduk di kursi legislatif untuk tidak lelah dan berhenti berjuang.

Baca Juga: Isu Ijazah Palsu Upaya Gembosi Partai, Demokrat NTB Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Mengapa militansi kader Partai Demokrat harus tetap terjaga? Dan kenapa perjuangan politik tidak boleh berhenti? Karena Partai Demokrat sejak awal telah berkomitmen, bahwa harapan rakyat adalah perjuangan demokrat.

Ini bukan pernyataan klise. Tapi muncul dari ideologi, visi dan misi partai berlambang bintang mercy ini.

***

Usia ke-24 menjadi momen refleksi dan penguatan komitmen Partai Demokrat untuk terus mengabdi kepada rakyat. Dalam perjalanannya, Partai Demokrat selalu berupaya menjunjung tinggi profesionalitas politik. Sebuah etos yang diwariskan oleh pendiri partai ini dan yang dijalankan oleh para kadernya. Profesionalitas ini bukan sekadar jargon, melainkan landasan fundamental. Implementasi profesionalitas politik menjadi pembeda seorang politikus dari sekadar orang yang berkecimpung dalam politik.

Profesionalitas politik berarti mengutamakan kompetensi, integritas, dan dedikasi dalam setiap langkah. Kompetensi menjadi modal utama untuk menghasilkan kebijakan yang tepat dan solutif. Integritas memastikan setiap tindakan didasarkan pada kejujuran dan etika, bebas dari kepentingan pribadi atau kelompok. Sementara dedikasi adalah semangat untuk terus bekerja keras dan mengabdi tanpa pamrih.

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

***

Harus diakui, ada dua figur sentral yang menjadi rujukan utama dalam menegakkan profesionalitas politik di tubuh Partai Demokrat.  Pertama, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY adalah teladan nyata dari seorang pemimpin yang profesional. Selama dua periode memimpin Indonesia, SBY menunjukkan bagaimana seorang politikus profesional mengelola negara dengan kebijaksanaan, mengutamakan stabilitas, dan merancang program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Kepemimpinannya yang tenang namun tegas, serta kemampuannya merangkul berbagai pihak, menjadi pelajaran berharga bagi setiap kader Demokrat.

Kedua, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, AHY meneruskan estafet kepemimpinan dengan semangat profesionalisme yang sama seperti SBY. Tidak hanya membawa energi baru, AHY juga mampu memperkuat fondasi Partai Demokrat melalui pendekatan yang lebih modern dan terstruktur. Keputusannya yang strategis, kemampuannya berinteraksi dengan masyarakat luas, serta komitmennya untuk membangun organisasi yang solid menunjukkan bahwa profesionalitas politik terus berkembang dan relevan. AHY menggerakkan partai tidak hanya berfokus pada elektoral, tetapi juga pada penguatan kapasitas kader, agar mereka siap mengemban amanah di berbagai level.

***

Bagi Partai Demokrat, profesionalitas politik diwujudkan dalam kerja nyata. Para kader di legislatif didorong untuk menyusun undang-undang yang pro-rakyat, mengawasi jalannya pemerintahan dengan kritis, dan menyuarakan aspirasi konstituen.

Di eksekutif, mereka berupaya melaksanakan program-program pemerintah dengan efektif dan efisien, jauh dari praktik korupsi dan nepotisme.

Pada usianya yang ke-24 ini, Partai Demokrat berkomitmen untuk terus menjadi pilar demokrasi yang kuat, menjunjung tinggi profesionalitas politik, dan mengabdi tanpa henti demi kemajuan bangsa.

Dengan meneladani kepemimpinan SBY dan AHY, setiap kader siap menjadi agen perubahan yang profesional, berintegritas, dan berkompeten. Ini bukan hanya tentang merayakan ulang tahun, melainkan meneguhkan janji untuk terus berjuang demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Selamat ulang tahun, Partai Demokrat! Mari terus berkarya, mengabdi, dan menegakkan profesionalitas politik demi Indonesia.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Pemilu #Demokrat #politik #SBY #rakyat #ahy #kader