LombokPost - Hari Kamis, 8 Janurai 2026, telah dilakukan Pemilihan Rektor Baru Periode 2026-2030. Pergantian kepemimpinan di perguruan tinggi bukanlah sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan momen reflektif untuk menakar sejauh mana sebuah institusi telah melangkah dan ke arah mana ia akan dibawa.
Di ambang estafet kepemimpinan Rektor Universitas Mataram Prof. Bambang Hari Kusumo, publik kampus patut menoleh sejenak ke belakang: empat tahun terakhir telah diisi dengan berbagai capaian nyata, baik di bidang akademik, penguatan kerja sama, pembangunan infrastruktur, pembenahan kepegawaian, maupun dinamika kemahasiswaan.
Capaian-capaian tersebut bukan hanya menorehkan prestasi, tetapi juga meninggalkan standar baru yang lebih tinggi untuk rektor berikutnya. Inilah warisan berharga dari kepemimpinan yang akan berakhir, sekaligus pekerjaan rumah besar yang menanti rektor berikutnya dalam menjaga kesinambungan, meningkatkan kualitas, dan menjawab tantangan masa depan Universitas Mataram.
Pencapaian sebagai Warisan Prestasi
Secara kasatmata, pencapaian kepemimpinan empat tahun terakhir dapat dengan mudah diamati dari perubahan wajah kampus yang semakin indah, bersih, dan tertata, dengan bangunan-bangunan yang tampil megah dan anggun sebagai simbol kemajuan institusi. Lebih dari sekadar tampilan fisik, keberhasilan meraih status Perguruan Tinggi Unggul dan klaster Mandiri telah menumbuhkan rasa percaya diri serta kebanggaan tersendiri di kalangan sivitas akademika Universitas Mataram. Capaian ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat citra universitas sekaligus meningkatkan kepercayaan internal dan eksternal terhadap arah pembangunan institusi.
Dari sisi tata kelola sumber daya manusia, kinerja selama empat tahun terakhir menunjukkan konsistensi yang patut dicatat. Pelayanan gaji, sertifikasi dosen, dan remunerasi berjalan tepat waktu, sehingga memberikan rasa aman, kepastian, dan stabilitas bagi dosen maupun tenaga kependidikan. Pada saat yang sama, dosen juga didorong untuk terus meningkatkan prestasi akademik melalui kebijakan insentif publikasi ilmiah yang nilainya tidak sedikit. Kebijakan ini tidak hanya memotivasi kinerja individu, tetapi juga memperkuat iklim akademik yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Salah satu hasilnya, jumlah Guru Besar meningkat dua kali lipat, yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 147 dosen bergelar Profesor di Unram.
Pengakuan atas capaian tersebut tidak hanya datang dari dalam, tetapi juga tercermin dalam berbagai apresiasi di tingkat nasional dan internasional. Universitas Mataram telah menerima sejumlah penghargaan penting, antara lain Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Peringkat Pertama Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU), serta pencapaian sebagai peringkat ke-23 perguruan tinggi terbaik nasional. Pada level global, Unram juga mencatatkan kemajuan signifikan dengan masuk dalam peringkat 38 dunia pada kategori Technology Development and Application berdasarkan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025. Dan satu lagi, Unram adalah satu-satunya universitas di NTB yang tembus daftar 150 kampus terbaik di Asia Tenggara versi QS Ranking 2026.
Visi Unram dan Kampus Berdampak
Sejak awal masa kepemimpinannya, Rektor telah menunjukkan konsistensi yang kuat dalam menerjemahkan visi Universitas Mataram sebagai perguruan tinggi “Unggul dan Berdaya Saing Global” ke dalam langkah-langkah nyata dan terukur. Pencapaian visi tersebut tidak dibiarkan berjalan normatif, melainkan diletakkan di atas peta jalan pembangunan yang runut, dikawal melalui perencanaan yang jelas, serta dijabarkan dalam program-program rinci yang dapat dievaluasi secara periodik. Dalam konteks ini, reputasi nasional dan internasional yang diraih sejatinya bukan tujuan akhir, melainkan bonus logis dari kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan secara konsisten.
Dalam konteks Konsep Kampus Berdampak yang digulirkan oleh Kementerian Dikti dan Saintek saat ini, Universitas Mataram juga telah menunjukkan respons yang relatif cepat dan terarah melalui pendefinisian ulang orientasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat agar lebih kontekstual, aplikatif, dan berdampak.
Reorientasi tersebut tercermin pada penguatan desain KKN, tugas akhir mahasiswa, serta integrasi Tridarma Perguruan Tinggi dengan persoalan riil masyarakat dan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional. Seluruh arah perubahan ini telah dirumuskan secara sistematis dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Unram 2026–2049, yang menjadi penanda bahwa konsep kampus berdampak bukan sekadar slogan kebijakan, melainkan telah diinternalisasi sebagai bagian dari strategi di Universitas Mataram.
Tantangan Rektor Berikutnya
Harus diakui, bahwa keberhasilan Prof. Bambang Hari Kusumo, menakhodai Unram selama 4 tahun, telah meletakkan standar yang tinggi untuk dilanjutkan oleh Rektor berikutnya. Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan Rektor yang akan mengakhiri masa jabatan ini, merupakan warisan berharga bagi Universitas Mataram sekaligus tolok ukur bagi estafet kepemimpinan berikutnya Prof.Dr.Sukardi,S.Pd.,M.Pd.
Prestasi yang telah dicapai bukanlah titik akhir, melainkan fondasi yang harus dijaga, dirawat, dan ditingkatkan agar tidak mengalami kemunduran. Tantangan ke depan justru semakin berat: bagaimana memastikan pencapaian sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global, serta mengaktualisasikan konsep kampus berdampak secara nyata dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah kepemimpinan Rektor berikutnya akan diuji, bukan hanya pada kemampuan menjaga kesinambungan, tetapi pada keberanian membawa Universitas Mataram melangkah lebih jauh, lebih relevan, dan lebih berdampak bagi masyarakat dan bangsa.
Editor : Kimda Farida