LombokPost---Menjadi pengendara motor wanita (lady bikers) terkadang nimbulkan kesan negatif di masyarakat.
Inilah yang ingin dihilangkan atau disingkirkan oleh komunitas nasional Lady Bikers Indonesia (LBI).
”Melalui LBI saya ingin berkampanye kepada lady bikers di Indonesia agar berkendara dengan baik dan menjadi tolak ukur perempuan-perempuan berkendara,” President LBI Inuk Blazer.
Dikatakan, banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan wawasan pengendara wanita mengenai safety riding atau keselamatan berkendara, mengetahui rambu-rambu, dan tata tertib.
”Sejauh ini kami rasa wawasan ini masih kurang di pengendara wanita. Untuk itulah adanya wadah ini sehingga bisa memfasilitasi hal tersebut,” imbuhnya.
Kedepan pelatihan semacam ini akan dimasukkan dalam program kerja LBI.
Ini akan dilakukan di setiap wilayah dengan menyasar kalangan ibu-ibu, siswi dan mahasiswi.
”Terutamanya kaum perempuan,” terangnya.
LBI yang dideklarasikan pada 22 Desember 2018 ini sudah tersebar di beberapa wilayah.
Keberadaan komunitas LBI ini untuk mengangkat derajat perempuan di dunia otomotif.
LBI ini membuka peluang untuk semua pengendara perempuan yang tidak hanya touring untuk bergabung.
”LBI ini khusus gender untuk all variant mau matic, motor besar, motor kecil, motor sport semua boleh gabung. Jadi komunitas kami ini bukan dilihat dari jenis kendaraan seperti motto dari Lady Bikers Indonesia ini no merk, nocc dan no baper,” tuturnya.
Baca Juga: Pembalap MotoGP Ikut Tanam Pohon, Dukung Journey to Green Tourism Mandalika
Lady Bikers bisa mendaftar baik sudah gabung dengan komunitas atau pun belum ada komunitas (single fighter).
Diketahui, pusat dari LBI ini ada di Jakarta dan terbanyak di Jabodetabek.
”Saya mendirikan ini karena ada image perempuan lemah, sehingga harus bisa dibuktikan jika perempuan itu tangguh, perempuan bukan hanya di motor saja. Tetapi di dalam organisasi ini bisa mengarah pada bisa bersosialisasi juga dalam menghadapi kehidupan. Bisa belajar di komunitas ini dalam menghadapi masalah rumah tangga, keluarga dan bisa sharing tukar pikiran kalau ada masalah bisa curhat,” terang wanita mantan pembalap nasional tersebut.(nur)