LombokPost - Indonesia terus melaju di jalur revolusi mobilitas modern dengan kehadiran SEATER, kendaraan listrik otonom hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
SEATER atau Single-passenger Electric Autonomous Transporter merupakan mobil listrik tanpa sopir yang dikembangkan sejak 2023 oleh Tim Kelompok Riset Dinamika Cerdas – PRMC BRIN.
Kendaraan ini dirancang sebagai transportasi masa depan yang ramah lingkungan, hanya untuk satu penumpang, dan beroperasi secara otomatis tanpa pengemudi.
Salah satu keunggulannya adalah sistem mobility on demand, di mana pengguna cukup memindai barcode melalui aplikasi untuk memanggil SEATER, yang akan datang sendiri dan mengantar ke tujuan tanpa perlu dikendalikan secara manual.
Teknologi Canggih di Balik SEATER
SEATER mengandalkan teknologi sensor fusion seperti kamera, IMU (Inertial Measurement Unit), dan wheel odometry yang memungkinkan kendaraan ini memetakan rute, menghindari rintangan, dan beroperasi secara mandiri dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Teknologi ini menjadikan SEATER sebagai pelopor kendaraan listrik otonom di Indonesia dengan level otomatisasi tinggi.
Menurut BRIN, proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu—mulai dari desain mekanikal, elektronika, Internet of Things (IoT), hingga sistem kontrol terapan.
Dimensi kendaraan ini sangat kompak, dengan berat di bawah 50 kg dan ukuran sekitar 120×75×110 cm.
SEATER dapat melaju hingga 5 km/jam dan menempuh jarak 10 km dalam satu kali pengisian baterai, tanpa menghasilkan emisi gas buang.
Baca Juga: Cakra Khan Rawat 30 Kucing Jalanan, Habiskan Rp30 Juta per Bulan dan Bangun ICU Mini di Rumah
Dari Indoor ke Outdoor, Menuju Komersialisasi
BRIN memulai riset ini dari versi I‑SEATER (indoor) yang cocok untuk digunakan di ruang tertutup seperti bandara, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.
Kini, BRIN mulai mengembangkan versi O‑SEATER (outdoor) untuk kawasan terbatas seperti kawasan sains, kampus, dan kebun raya.
Tak berhenti di situ, BRIN telah menyiapkan roadmap hingga 2027 untuk pengembangan lebih lanjut.
Tahun 2025 akan dirilis DELL E, robot pengiriman barang. Selanjutnya akan hadir CARRIE dan Interaction Humanoid, robot interaktif berbasis AI.
“SEATER adalah bukti bahwa Indonesia mampu bersaing dalam teknologi kendaraan listrik otonom yang andal dan efisien,” ujar Roni Permana Saputra, peneliti utama BRIN.
BRIN juga menargetkan hasil riset ini bisa dikomersialisasikan dengan harga yang terjangkau, bahkan diperkirakan hanya sekitar Rp20 jutaan per unit.
Menuju Masa Depan Mobilitas Ramah Lingkungan
Dengan dukungan kampus dan industri, proyek SEATER menjadi tonggak penting bagi ekosistem transportasi otonom Indonesia.
Teknologi ini sangat ideal untuk mendukung kawasan bebas emisi, termasuk rencana pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kota-kota hijau masa depan.
SEATER, kendaraan listrik tanpa sopir buatan anak bangsa ini, tak hanya menjadi solusi mobilitas modern, tapi juga simbol transformasi Indonesia menuju era transportasi pintar dan berkelanjutan.
Kehadiran SEATER memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan kendaraan listrik otonom dan menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi publik yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. (***)
Editor : Alfian Yusni