LombokPost – Bagi sebagian orang, "titik nol" hanya merujuk pada Sabang di ujung barat dan Merauke di ujung timur Indonesia.
Namun, kenyataannya, tugu nol kilometer tersebar di berbagai kota dan wilayah di seluruh nusantara.
Tugu-tugu ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, melainkan juga sebagai simbol sejarah, budaya, dan identitas suatu daerah. Bahkan ini bisa menjadi list tujuan bagi pecinta touring motor.
Dari Sabang hingga Merauke: Simbol Persatuan Bangsa
Tugu Nol Kilometer yang paling terkenal adalah yang berada di Sabang, Aceh. Tugu ini menandai titik paling barat wilayah Indonesia.
Kehadirannya menjadi simbol geografis yang sering disebut dalam lagu kebangsaan, "Dari Sabang sampai Merauke".
Baca Juga: Persiapan Sebelum Touring Motor Bukan Hanya Soal Gas dan Rem, Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Di ujung timur, Merauke, Papua, memiliki tugu yang melengkapi simbol persatuan tersebut.
Lokasi tugu di Merauke bahkan berdekatan dengan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, mempertegas batas wilayah negara.
Kedua tugu ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga monumen yang mengikat rasa nasionalisme.
Titik Nol Lokal: Pusat Sejarah dan Pengembangan Kota
Selain Sabang dan Merauke, banyak kota di Indonesia memiliki tugu nol kilometer sebagai titik acuan pengukuran jarak.
Tugu-tugu ini sering kali dibangun di pusat kota atau kawasan bersejarah, menjadikannya ikon dan pusat kegiatan masyarakat.
Yogyakarta: Tugu Nol Kilometer di Yogyakarta adalah salah satu yang paling legendaris. Berlokasi strategis di jantung kota, tugu ini dikelilingi oleh bangunan bersejarah seperti Kantor Pos Besar, Gedung Agung, dan Benteng Vredeburg, serta menjadi titik awal menuju Jalan Malioboro.
Surabaya: Tugu Nol Kilometer di Surabaya, yang dikenal sebagai Tugu Parasamya Punakarya Nugraha, menjadi patokan pengukuran jarak ke kota-kota lain. Tugu ini juga menjadi salah satu landmark baru kota.
Mataram: Ibu Kota Nusa Tenggara Barat ini juga memiliki tugu nol kilometer di Jalan Pejanggik. Tugu ini dibangun dengan konsep kearifan lokal, dihiasi warna emas khas Suku Sasak dan lambang bintang yang melambangkan kota religius.
Barus: Di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, terdapat Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara. Tugu ini menandai Barus sebagai salah satu kota tertua dan pintu masuk Islam ke Indonesia, menjadikannya simbol sejarah yang penting.
IKN Titik Nol Masa Depan Indonesia
Yang paling baru dan menarik adalah keberadaan Titik Nol Kilometer di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Tugu ini diresmikan sebagai penanda awal pembangunan Ibu Kota baru.
Simbolisnya, tugu ini dibangun sebagai bagian dari sejarah kebangkitan Indonesia menuju "Indonesia Emas 2045", menjadikannya simbol masa depan dan harapan bangsa.
Keberadaan berbagai tugu nol kilometer ini menunjukkan betapa kayanya Indonesia, tidak hanya secara geografis, tetapi juga secara sejarah dan budaya.
Setiap tugu memiliki cerita dan fungsinya masing-masing, menjadikannya destinasi yang menarik untuk dikunjungi dan dipahami maknanya.
Editor : Pujo Nugroho