LombokPost - Foton Motor, pabrikan Tiongkok memperkenalkan Foton eTunland dalam ajang GIICOMVEC 2026.
Sebuah pikap double cabin bertenaga listrik murni (EV) dengan sistem penggerak 4x4.
Kehadirannya menjadi sinyal kuat, dominasi mesin diesel di sektor pertambangan dan perkebunan mulai mendapatkan penantang serius yang lebih ramah lingkungan.
Dibanderol dengan harga Rp 780 juta (OTR Jakarta), eTunland menawarkan kombinasi langka yang menarik. Yakni kombinasi antara ketangguhan medan berat (off-road) dan efisiensi biaya operasional ala teknologi listrik.
Baca Juga: Cerita Idulfitri 2026: Mudik Tenang dengan Mobil Listrik, Dinda Rasakan Kemudahan SPKLU PLN
Salah satu jantung utama dari Foton eTunland adalah baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 88,02 kWh hasil kolaborasi dengan raksasa baterai CATL.
Teknologi ini diklaim mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 400 km dalam sekali pengisian daya penuh.
Untuk menjaga performa di cuaca ekstrem Indonesia, baterai ini telah dilengkapi dengan sistem liquid cooling (pendingin cairan). Foton memberikan jaminan ketenangan bagi pelaku usaha melalui garansi baterai yang sangat panjang, yakni 8 tahun atau 400.000 kilometer.
Baca Juga: Belum Resmi Buka, BYD Harmony Lombok Sudah Ludes, Belasan Unit Mobil Listrik Sudah Bertuan
Berbeda dengan mobil listrik penumpang pada umumnya, eTunland dirancang untuk kerja berat.
Sistem penggerak 4x4 yang diusungnya memastikan kendaraan ini mampu melibas tanjakan terjal dan medan berlumpur.
Keunggulan motor listrik terletak pada torsi instan. Pengemudi akan merasakan tenaga besar secara langsung sejak injakan pedal pertama.
Sebuah fitur yang sangat krusial saat membawa beban berat di bak belakang atau melewati jalur off-road yang sulit.
Secara visual, Foton eTunland tetap mempertahankan karakter gagah khas pikap pekerja. Panjang keseluruhan mencapai 5340 mm dengan lebar 1940 mm dan tinggi 1870 mm, serta wheelbase 3.110 mm.
Selain eTunland, Foton juga memamerkan lini elektrifikasi lainnya seperti eView Connect, eTruckMate, dan eAumark. Ini menunjukkan komitmen penuh pabrikan ini untuk membangun ekosistem kendaraan niaga tanpa emisi di Indonesia. (fer/r6)
Editor : Redaksi