Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Freelander Reborn, Transformasi SUV Klasik ke Mobil Listrik Pintar

Geumerie Ayu • Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB



TAMPILAN BARU: Freelander Reborn, hasil kolaborasi strategis antara Jaguar Land Rover (JLR) dan Chery. (IST/LOMBOK POST)
TAMPILAN BARU: Freelander Reborn, hasil kolaborasi strategis antara Jaguar Land Rover (JLR) dan Chery. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Industri otomotif dunia kembali dikejutkan dengan kebangkitan salah satu nama ikonik, Freelander.

Namun kali ini berbeda dengan pendahulunya yang dikenal sebagai SUV klasik. 

Freelander lahir kembali pada Maret 2026 sebagai merek mandiri yang fokus sepenuhnya pada kendaraan listrik (EV) premium.

Baca Juga: Siap Mengaspal, 72 Mobil Listrik Jadi Fasilitas Kendaraan Dinas Kepala OPD Pemprov NTB

Kebangkitan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Jaguar Land Rover (JLR) dan Chery. 

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi JLR. Freelander kini diposisikan sebagai entitas baru yang menjembatani warisan desain klasik Inggris dengan kecanggihan manufaktur dan teknologi energi baru dari China.

Dalam kerja sama ini, JLR berperan penting dalam menjaga karakter desain serta nuansa premium yang menjadi identitas merek tersebut.

Baca Juga: Perluasan Infrastruktur SPKLU, Pemprov Pastikan Akses Kendaraan Listrik Merata di NTB

Sementara itu, Chery fokus pada percepatan produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik.

Model perdana Freelander dijadwalkan akan memulai debut globalnya di Shanghai pada paro kedua tahun 2026.

Selanjutnya akan merambah pasar internasional seperti Timur Tengah dan potensi ekspansi ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Tren Positif Kendaraan Listrik Bisa Percepat Target NTB Menuju Net Zero Emission 2050

Model konsep pertama Freelander tidak hanya menonjolkan sisi estetika, tetapi juga membawa spesifikasi teknis mutakhir yang siap bersaing di kelasnya. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan arsitektur platform 800V. Ini memungkinkan pengisian daya baterai dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan standar mobil listrik saat ini.

Untuk mendukung sistem mengemudi cerdas, Freelander menggandeng raksasa teknologi Huawei. Komputasi dan kecerdasannya dipercayakan pada Chipset Snapdragon 8397 berperforma tinggi yang menjalankan sistem kemudi otonom Huawei Qiankun ADS.

Penyematan fitur Dual Sensor dan teknologi LiDAR memastikan kendaraan ini memiliki kemampuan semi-otonom yang sangat presisi. Sehingga meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya.

Dengan distribusi melalui jaringan diler khusus yang terpisah, Freelander benar-benar memantapkan diri sebagai merek independen. Penggunaan nama lama dengan nilai historis tinggi yang dibalut teknologi futuristik menjadi daya tarik utama bagi konsumen generasi baru saat ini. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#freelander #keamanan #Kenyamanan #teknologi #konsumen