LombokPost – Raksasa teknologi Asia Tenggara, Grab, resmi menancapkan taji ekologisnya di tanah air dengan meluncurkan komitmen akselerasi massal kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran gerakan nasional bertajuk #KitaBijakBBM melalui program "Langkah Hijau Grab untuk Indonesia" yang berfokus pada efisiensi energi nasional serta pemangkasan emisi karbon secara masif.
Prosesi peluncuran komitmen besar tersebut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), M.Sc., M.P.A., M.A., di Jakarta.
Langkah taktis yang diambil oleh superapp terkemuka ini sekaligus menjadi implementasi konkret dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto guna mengejar kedaulatan energi serta target Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Inisiatif ini juga dinilai sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya demi kemakmuran rakyat di tengah fluktuasi harga energi global.
Dalam sambutannya, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, melayangkan apresiasi tinggi terhadap komitmen Grab, khususnya kepada para mitra pengemudi yang menjadi garda terdepan transisi energi ramah lingkungan di lapangan.
“Bagi kami, transisi energi yang merangkul masyarakat membutuhkan partisipasi seluruh pihak, termasuk sektor swasta dan para pelaku mobilitas di lapangan. Komitmen Grab untuk memperluas armada kendaraan listrik melalui Langkah Hijau Grab untuk Indonesia menunjukkan bagaimana inovasi dapat membantu masyarakat beralih ke pola konsumsi energi yang lebih efisien,” tegas pria yang akrab disapa AHY tersebut.
AHY menambahkan, adopsi EV secara massal tidak sekadar menekan angka emisi karbon, melainkan berkontribusi langsung pada perbaikan kualitas udara perkotaan, kesehatan masyarakat, serta menjadi katalis pertumbuhan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Gayung bersambut, Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, membeberkan cetak biru ekspansi armada listriknya yang bergerak sangat agresif. Tercatat, per Mei 2026, lini EV Grab telah menembus angka lebih dari 28.000 unit di seluruh Indonesia, melonjak dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
“Hingga akhir 2026, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah armada EV lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Upaya ini didukung melalui penguatan investasi pada segmen roda dua dan roda empat, kemitraan dengan OEM kendaraan listrik, pengembangan infrastruktur pengisian daya, serta program akselerasi bagi Mitra Pengemudi,” bongkar Neneng Goenadi.
Tak hanya mengandalkan peremajaan armada fisik, lewat semangat "Lebih BIJAK, Hemat BBM Bersama Grab", manajemen juga merombak ekosistem layanannya secara komprehensif menjadi tiga pilar utama kebiasaan hemat energi lintas produk.
Mobilitas Cerdas (Smart Mobility): Memaksimalkan layanan GrabCar Electric dan GrabBike Electric, serta meluncurkan fitur Group Ride yang memungkinkan pengguna berbagi perjalanan dengan rute efisien, termasuk opsi tarif kompetitif lewat GrabCar Hemat.
Pesan Makan Hemat (Efficient Cravings): Mengintegrasikan fitur GrabFood Group Order untuk menggabungkan pesanan ke dalam satu trip pengantaran tunggal, serta fitur Nearby Delivery guna mengoptimalkan titik merchant terdekat.
Kirim Barang Bijak (Mindful Deliveries): Menghadirkan klaster logistik hemat energi lewat GrabMart Nearby dan GrabExpress Instant Hemat yang dilengkapi label khusus “Pilihan Hemat BBM” di dalam aplikasi penanda rute paling efisien.
Demi menjaga kesejahteraan di tingkat basis, Grab turut memperkuat bantalan sosial dan insentif bagi para mitranya. Program akselerasi EV kini ditopang oleh subsidi biaya rental yang lebih murah, alokasi order prioritas, skema incentive tier, hingga opsi kepemilikan unit lewat skema GrabFin SNPL dan Alva RTO.
Bahkan, Grab bekerja sama taktis dengan PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan voucher BBM bersubsidi serta jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berkala bagi para mitra pengemudi. Komitmen jangka panjang ini diharapkan mampu mengubah kesadaran kolektif masyarakat dalam memanfaatkan energi secara lebih bijak menjelang Hari Kemerdekaan Energi Global pada 10 Juli mendatang.
Editor : Redaksi Lombok Post Online