LombokPost – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) secara resmi meluncurkan varian kendaraan niaga terbarunya.
Canter FE 84G BCL atau Canter Extra Long Bus, dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang Selatan.
Mengusung tema purnajual "Zero Down Time", peluncuran sasis bus medium ini ditujukan untuk memenuhi tingginya kebutuhan armada operasional di sektor pariwisata, perjalanan antar-kota, hingga moda transportasi penumpang massal.
PaBaca Juga: Wamen Ramai-ramai ke Samota, Bahas Investasi hingga Pariwisata Kelas Dunia
Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan spesifikasi semata.
Tetapi juga Total Cost of Ownership, dan konsumen sekarang mencari solusi bisnis dan mobilitas untuk keberlangsungan bisnis jangka panjang.
"Seiring berkembangnya kebutuhan ini, demikian pula pendekatan kami juga berubah," Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Daisuke Okamoto.
Spesifikasi Sasis Long Tapered Leaf Spring dan Dapur Pacu 136 PS
Secara teknis, Canter Extra Long Bus dibekali mesin berdaya 136 PS dengan gear ratio 5.428 serta jarak sumbu roda (wheelbase) sepanjang 4,2 meter.
Penambahan panjang sasis ini memungkinkan pihak karoseri merancang kapasitas ruang kabin yang lebih lapang untuk menampung jumlah penumpang yang lebih banyak.
Untuk menunjang kenyamanan perjalanan, kendaraan niaga ini dilengkapi suspensi model long tapered leaf spring yang lentur namun kokoh, serta memiliki radius putar yang relatif kecil untuk memudahkan manuver di jalanan sempit.
Pamerkan 5 Unit Display dan Ekspansi Layanan Bengkel 24 Jam Non-Stop
Di Hall 1 Booth 1A ICE BSD, Mitsubishi Fuso memajang lima unit kendaraan display yang mewakili ekosistem rantai pasok industri nasional, antara lain Canter Extra Long Bus, eCanter, Canter FE 84G, Fighter-X FM65F Tractor Head 4x2, dan Fighter X FN61 FSL Logistic Package.
Sebagai langkah nyata mewujudkan operasional armada konsumen tanpa henti, KTB mentransformasi status Bengkel Siaga 24 Jam menjadi Bengkel 24 Jam Non-Stop di 19 titik lintas logistik nasional, mendirikan Fuso Service Center di area perkebunan dan pertambangan, serta memperluas ketersediaan Suku Cadang Tiga Berlian (SCTB).
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post Online