LombokPost—Bendungan Pengga di Desa Pelambik, Kecamatan Pelambik, Lombok Tengah menjadi sumber mata pencaharian warga sekitar.
Di lokasi ini, banyak warga yang mengadu nasib atau sekadar menyalurkan hobi memancingnya.
Potensi ikan seakan tak ada habisnya sehingga menjadi primadona bagi para pemancing termasuk dari luar desa.
Selain itu, bagi para petani di Desa Pelambik, Bendungan Pengga menjadi bagian vital karena aliran sungai yang berasal dari tempat inilah yang mengairi sawah mereka.
Dari sektor pariwisata, Pengga juga menjadi tempat yang sangat potensial untuk menjadi salah satu destinasi wisata apabila tempat tersebut diberi fasilitas yang menunjang.
Lebih dari itu, Pengga memang telah disulap menjadi lokasi yang tepat untuk bertemu sanak keluarga, teman dan kerabat.
Ladang hijau yang luas menghampar, potret para penggembala yang menjaga kerbau-kerbaunya dan duduk bersandar di bawah pohon yang membungkuk berjajar menjadi pemandangan yang menenangkan.
Hakim, 22 tahun yang merupakan wisatawan asal Lajut, Lombok Tengah membagikan sedikit pesan dan kesannya setelah berkunjung ke Pengga.
“Bendungan Pengga menurut saya merupakan tempat yang nyaman untuk teman-teman yang mencari suasana sejuk dan sunyi,” ujarnya.
Dia juga memberikan pesan singkat kepada wisatawan yang ingin berkunjung ke lokasi tersebut.
“Oh ya, bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke sini, jangan lupa bawa bekal ya, karena untuk sekadar beli jajan lumayan jauh, dan bagi yang ngopi, jangan lupa bawa kopinya,” katanya.
Diketahui, Bendungan Pengga dibangun pada kisaran tahun 1991 – 1994.
Tempat ini tak hanya menawarkan panorama yang indah, tapi juga menyimpan seribu keunikan dan cerita-cerita mistis lainnya.
Diantaranya yang mencuri perhatian adalah dua kebun yang diberinama surga dan neraka yang mengapit bendungan.
- Kebun neraka
Berada di samping barat bendungan, sebagian besar kawasannya dipenuhi pohon-pohon lebat yang jarak antara satu dengan lainnya sekitar tiga meter.
Cahaya matahari yang terhalang dedaunan pohon memberikan nuansa yang agak sedikit gelap dan hawa yang cukup sejuk.
Suasana itulah yang membuat alasan logis mengapa lokasi ini dinamakan kebun neraka.
Tapi alasan berbeda disampaikan Rahman, 40 tahun yang merupakan warga setempat.
“Tempat itu sering dijadikan lokasi muda mudi pacaran,” tuturnya.
Bagi warga sekitar, bila ada pasangan yang tanpa ikatan sah menurut agama bertemu di kebun ini maka konsekuensi yang diterima adalah penilaian buruk.
“Walaupun di tempat itu mereka tidak melakukan hal-hal terlarang,” ujarnya.
Tak heran kenapa kebun yang sejuk nan gelap tersebut ikut mendapat konotasi negatif hingga mendapat julukan kebun neraka.
- Kebun Surga
Kawasan yang terletak di sebelah timur bendungan itu merupakan salah satu spot yang kerap kali dikunjungi wisatawan dari luar maupun dalam desa.
Ada cerita menarik yang mungkin menjadi alasan kenapa kebun ini dinamakan surga.
Setiap satu tahun sekali akan ada pasar/bazar yang diselenggarakan pada momentum lebaran.
Warga setempat biasanya usai melaksanakan solat Ied akan pergi kesana untuk berbelanja atau untuk sekadar duduk santai bersama sanak keluarga atau teman dan kerabat.
Agaknya, kebiasaan ini yang kemudian membuat kawasan tersebut dinamakan kebun surga.
Selain itu, tempatnya yang cukup strategis menjadi alasan mengapa kawasan itu menjadi tempat favorit bagi para pengunjung.
Dan apabila pengunjung datang ke Pengga di waktu subuh, mereka akan bisa menikmati matahari terbit dari atas pintu air bendungan. (ksj)
Editor : Kimda Farida