Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menikah, Peserta Pilih Tak Ikut, Server Bermasalah dan Listrik Padam

Baiq Farida • Kamis, 19 Maret 2020 | 10:18 WIB
KONSENTRASI: Sejumlah siswa SMAN 1 Lembar saat mengikuti UNBK hari ketiga, Kamis kemarin (4/4).
KONSENTRASI: Sejumlah siswa SMAN 1 Lembar saat mengikuti UNBK hari ketiga, Kamis kemarin (4/4).
MATARAM-Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK juga diwarnai ketidakhadiran peserta ujian. Bukan hanya karena alasan sakit, ada juga yang sudah menikah. “Dari 317 orang peserta, yang tidak datang 1 orang, karena dia sudah menikah,” kata Kepala SMKN 4 Mataram Bakiriyanto.

Ia menjelaskan, peserta tersebut memang sudah mengundurkan diri dari sekolah, sejak dua bulan lalu. Namun dia masih terdata karena namanya sudah masuk daftar nama tetap (DNT) peserta UNBK 2020. “Dari sejak pelajaran semester 5, siswa ini sudah tidak hadir,” kata dia.

Bakiri menegaskan, pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari berkunjung ke rumah siswa, hingga bertemu kedua orang tua dan suaminya. “Padahal tinggal selangkah lagi, tetapi apa mau dikata, itu sudah menjadi pilihannya,” tegas dia.

Karena kondisi tersebut, SMKN 4 Mataram tidak bisa memasukkan namanya ke daftar peserta ujian susulan. Tetapi menyarankan pihak keluarga, agar mengikuti ujian kesetaraan paket C. “Ini demi masa depan dia juga,” katanya.

Sekretaris I Panitia UN Provinsi NTB H Umar mengatakan, jika memang sudah demikian, itu menjadi hak dari peserta. Tetapi jika masih ada kesempatan untuk bisa dijemput, sekolah wajib melakukan hal itu. “Karena tidak ada panduan dalam juknis, kalau yang menikah itu dilarang (ujian),” ujarnya.

Jika peserta ujian yang sudah menikah datang secara sukarela melaksanakan UNBK, sekolah wajib menerima. Umar mengingatkan, sekolah tidak mengungkit apa yang terjadi padanya. Sebisa mungkin  mencegah peserta ujian yang lain membicarakan kondisi tersebut. “Ini untuk menciptakan kondisi psikis dia agar nyaman, karena sebagai lembaga pendidikan, kita tidak boleh menghambat masa depannya,” tegas pria berkacama itu.

 

Server Bermasalah dan Listrik Padam Masih Terjadi

 

Hari ketiga pelaksanaan UNBK SMK kemarin, masih ditemui sejumlah  kendala di lapangan. “Gangguan listrik dan jaringan internet masih bermasalah,” kata Sekretaris II Panitia UN Provinsi NTB Purni Susantopada Lombok Post, kemarin (18/3/2020).

Kondisi tidak menyenangkan itu, terjadi di SMKN 3 Sumbawa. Sekolah itu mengalami dua kejadian itu, pada sesi pertama. Akibatnya, server tidak berfungsi secara normal. “Itu termasuk kategori gangguan serius,” kata dia.

Kemudian SMKN 3 Sumbawa bergegas mengirimkan tiket bantuan ke pihak help desk tim UNBK Provinsi NTB. “Alhmadulillah di sini bisa segera direspons dan meneruskannya ke panitia pusat,” kata Kepala Seksi Kurikukulum Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB itu.

Karena kondisi tersebut, pihak sekolah diberikan tambahan jadwal ujian pada sesi keempat. “Kami sudah sampaikan dan memberi izin, supaya tidak semua ujian susulan,” terang Purni.

Sementara, gangguan listrik mewarnai pelaksanaan UNBK di SMK Lambu, Kabupaten Bima. Untungnya itu terjadi saat istirahat setelah sesi pertama usai. “Kami koordinasi ke PLN dan saat sesi kedua listrik sudah menyala,” tuturnya. (yun/r1) Editor : Baiq Farida
#Headline #smk #Dikbud NTB #UNBK