Ada indikasi, berkurangnya minat orang tua menyekolahkan anak ke sekolah negeri karena kecenderungan orang tua lebih memilih melanjutkan pendidikan buah hati mereka ke sekolah swasta yang baik. Terutama yang fokus pada persoalan keagamaan atau pondok pesantren.
”Ada yang ke sekolah Islam Terpadu (IT), MI, MTs dan semacam itu,” tegasnya.
Tercatat 146 SD negeri dan 24 SMP negeri di Mataram. Kasus saat ini misalnya, di lingkungan A terdapat satuan pendidikan MI dan SD, maka banyak yang memilih menyekolahkan buah hati mereka ke MI. ”Itu kenyataan di lapangan dan menjadi tantangan bagi kami,” jelas dia.
Fatwir mengatakan, jika tidak berbenah, sekolah negeri yang selama ini jarang dilirik, akan semakin ditinggalkan. ”Bisa jadi setiap PPDB, murid baru di sekolah itu tidak akan pernah penuh,” analisanya.
Dirinya menyebut, kelebihan sekolah agama seperti SD IT sangat menonjolkan kemampuan tahfiz atau penghafal Alquran. ”Begitu juga dengan sekolah di agama Katolik, Hindu dan lainnya, berhubungan dengan religiusitas,” ujar dia.
Salah seorang warga Mataram Kurniasih Nur Afifah mengatakan lebih memilih menyekolahkan buah hatinya di SD IT. Pendidikan agama dan penekanan akhlak yang lebih banyak dianggap penting. Apalagi saat ini, ada tantangan tersendiri bagi orang tua, mendidik anak. ”Sekolah juga mendukung pengawasan anak lebih agamis,” ujarnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida