”Semuanya berjalan normal,” kata Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Paramita I Ketut Supena, pada Lombok Post, Rabu (29/7/2020).
Kini 24 anak penerima manfaat, menjalani kegiatan rehabilitasi. ”Anak-anak tetap berjalan seperti biasa dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.
Diakuinya, selama merebaknya pandemi, BRSAMPK Paramita memang secara ketat menerapkan sejumlah aturan. Seperti layanan kunjungan yang langsung ditutup. Keluarga atau kerabat, difasilitasi dengan layanan video call.
Tetapi mulai Juli, kunjungan bisa dilakukan setiap hari pada jam kerja, mulai jam 07.30-16.00 Wita. Syaratnya, wajib pakai masker, hand sanitizer, periksa suhu badan, dan lainnya.
”Kami juga membatasi kunjungan maksimal satu jam,” terangnya.
Meski demikian, BRSAMPK Paramita belum mengizinkan anak penerima manfaat, melakukan berbagai aktivitas di luar lingkungan balai. Maka, yang dilakukan Supena dan tenaga pendidik lain, memperbanyak kegiatan kreatif dalam lingkungan balai. Tujuannya, membuat kegembiraan dan kebahagiaan.
”Kami melakukan adaptasi kegiatan terhadap anak-anak, seperti meningkatkan durasi olah raga, berjemur, pembagian vitamin C, pembagian APD,” tegasnya.
Pihaknya juga memberikan edukasi 3M. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Adaptasi juga dilakukan terhadap sarana dan prasarana belajar anak. Misalnya memberi jarak meja dan kursi, menyemprot lingkungan balai dengan cairan disinfektan, dan pemberian akses internet kepada anak namun tetap dalam pengawasan. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida