Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

Baiq Farida • Selasa, 22 September 2020 | 10:45 WIB
FOKUS BELAJAR: Seorang guru dengan serius mengajarkan siswanya, pada simulasi KBM tatap muka di SLBN 2 Mataram, kemarin (21/9/2020).
FOKUS BELAJAR: Seorang guru dengan serius mengajarkan siswanya, pada simulasi KBM tatap muka di SLBN 2 Mataram, kemarin (21/9/2020).
MATARAM--Di sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB), simulasi KBM tatap muka juga tengah berlangsung. ”Kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Kepala SLBN 2 Mataram Winarna pada Lombok Post, Senin (21/9/2020).

Sekolah sudah menyiapkan petugas piket dari unsur guru. Tugasnya mengarahkan siswa mengikuti tahap demi tahap protokol kesehatan. ”Guru lain juga ikut membantu supaya, yang piket tidak kelelahan,” ujarnya.

Semua siswa mengawali kegiatan dengan apel siaga. Hal ini disebut sebagai langkah pemeriksaan dan kesiapan belajar. ”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Setelah semuanya siap, guru kemudian mengarahkan siswa masuk ke kelas masing-masing. ”Kami membiasakan mereka tertib,” terangnya.

Tercatat 160 siswa SLBN 2 Mataram TK-SMA mengikuti simulasi. Agar tidak berkerumun, sekolah menggunakan sistem blok. ”Blok A jadwalnya hari Senin dan Rabu, kemudian Blok B bisa belajar di hari Selasa dan Kamis,” tegas dia.

Jumat dan Sabtu untuk mengevaluasi belajar siswa. Termasuk untuk kegiatan guru kunjung, ke rumah siswa yang tidak masuk. ”Apakah itu karena sakit dan belum diizinkan orang tuanya,” terang Winarna.

SMA dan SMK memiliki durasi maksimal belajar hingga empat jam. Di SLBN 2 Mataram, belajar saat simulasi KBM tatap muka, hanya dua jam saja, 08.30-10.30 Wita.

”Begitu juga dengan pelajaran, saya tekankan kepada guru, supaya tidak terlalu kaku, sebab kita belajar di era adaptasi kebiasaan baru,” jelasnya.

Yang terpenting, menumbuhkan niat memulai belajar peserta didik. Catatannya, sambil terus menerapkan protokol kesehatan. ”Jangan sampai kita mengabaikan tentang menjaga kesehatan dari datang sampai pulang sekolah,” kata dia.

Selama simulasi, sekolah mengizinkan orang tua mengikuti KBM tatap muka. Apalagi untuk peserta didik baru. ”Anak-anak baru ini kan belum bisa mandiri, nggak betah dia keluar kelas mencari ayah dan ibunya, makanya untuk menjaga seperti itu, kami siapkan penyesuaian,” terangnya.

Sekolah juga mengizinkan, orang tua menunggu anak-anaknya pulang. ”Kami sudah siapkan berugak, maksimal di tempati empat orang dan bangku panjang dengan tanda silang agar jaga jarak,” tandas Winarna.

Salah satu orang tua siswa SLBN 2 Mataram Mahayani, senang anaknya kembali bersekolah. ”Kalau di rumah saya agak susah mengajari anak,” kata dia.

Selama simulasi, ia sudah menyiapkan segala perlengkapan anaknya. Seperti masker dan hand sanitizer. ”Sebelum berangkat, saya ajak anak saya untuk sarapan dulu, karena dari sekolah bilang kantin ditutup,” ujar wanita asal Lingsar, Lombok Barat ini. (yun/r9)

  Editor : Baiq Farida
#simulasi #SLBN 2 Mataram #pola hidup sehat #KBM Tatap Muka