”Sudah ada persetujuan dari pak bupati dan rekomendasi Dikes Lobar,” kata Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Dikbud Lobar H Muzapir, pada Lombok Post, kemarin (8/11/2020).
Pembukaan sekolah mulai berjalan hari ini (9/11). Namun belum diberlakukan secara menyeluruh, pada satuan pendidikan di Lobar. ”Kita lakukan terlebih dulu pada 11 sekolah percontohan,” imbuhnya.
Sembilan sekolah negeri dan dua sekolah swasta. Meliputi SMPN 1 Labuapi, SMPN 1 Lembar, SMPN 1 Gunungsari, SMPN 2 Kuripan, dan SMPN 2 Lingsar.
”Untuk Sekolah Dasar (SD) ada SDN 1 Gerung Utara, SDN 1 Gelogor, SDN 1 Dasan Tereng dan SDN 1 Sandik,” ujarnya.
”Kemudian SDIT Insan Mulia Kediri dan SDIT Lentera Hati Sesela,” sambung Muzapir.
Satuan pendidikan yang lain, tetap menerapkan Pembejalaran Jarak Jauh (PJJ). Sekolah percontohan wajib menjalankan pola belajar sesuai SKB empat menteri. ”Atur jam belajar, gunakan sistem shift dan blok, terapkan protokol kesehatan dan yang lainnya,” ujar Muzapir.
Pemberlakuan belajar tatap muka langsung di sekolah, tidak memiliki batasan waktu. ”Kami mengacu pada perkembangan Pandemi Covid-19 di Lobar,” terangnya.
Evaluasi dilakukan langsung oleh Dinas Dikbud Lobar dan pengawas pembina masing-masing sekolah. ”Kita harapkan, besok (Hari ini, Red), pengawas sudah turun memantau,” tegasnya.
Laporan yang diberikan harus transparan dan objektif. ”Kalau nanti ada kasus positif di sekolah, kami akan tegas ambil kebijakan, sekolah itu ditutup sementara dan lanjutkan BDR,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala SMPN 2 Kuripan Darsiah mengatakan, satu kelas akan diisi 15 siswa. Setiap harinya, siswa melakukan pembelajaran tatap muka sistem blok.
”Karena pakai sistem blok ,maka siswa belajar tiga hari seminggu. Jam 7.30-11.00 Wita,” jelas dia.
Dikatakan, sekolah sudah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan. ”Semua warga sekolah wajib pakai masker, cek suhu tubuh, suci tangan, untuk memastikan siswa dan guru dalam kondisi sehat,” terangnya.
Orang tua yang menyetujui kegiatan itu, wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan pembelajaran tatap muka. ”Sudah kami lakukan dan rata-rata orang tua setuju,” klaim Darsiah.
Pihak sekolah juga akan melakukan monitoring evaluasi mingguan. ”Kami tetap berpegang teguh pada penerapan protokol kesehatan sambil terus disempurnakan,” pungkasnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida